cnbc-indonesia.com – Harga tembaga dunia terpantau melemah pada perdagangan hari ini terdorong oleh pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat.

Pada Senin (12/9/2022) pukul 16.00 WIB harga tembaga dunia tercatat US$7.968,5 per ton, melonjak 1,43% dibandingkan harga penutupan akhir pekan lalu.

Mata uang dolar makin menjauhi posisi tertinggi dalam 20 tahun lalu yang berhasil dicapai pekan lalu di 110.

Dollar Index (yang membandingkan dengan enam mata uang utama) kemarin longsor ke 107, terendah sepanjang bulan ini. Dolar AS melemah setelah kenaikan suku bunga acuan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) mengerek suku bunga acuan sebesar 75 bps.

Hal ini menjadi katalis positif bagi tembaga yang dibanderol dengan greenback karena menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Permintaan meningkat, harga pun mengikuti.

Akan tetapi potensi kenaikan suku bunga membatasi kenaikan harga tembaga dunia.

Saat ini, para pelaku pasar melihat suku bunga akan naik 75 basis poin (bp) pada pertemuan The Fed pada 21 September nanti. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 75 bp adalah 90,0%.

TIM RISET CNBC INDONESIA