Surabaya: Dua nama potensial bakal calon presiden mencuat dan bersaing ketat secara elektabilitas di Jawa Timur. Keduanya adalah Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.
 
“Ganjar dan Prabowo bersaing ketat secara elektabilitas di Jatim, meski ada nama-nama lain yang menyusul seperti Anies Baswedan dan Khofifah. Namun persentase keduanya masih jauh tertinggal oleh Ganjar dan Prabowo,” kata Direktur Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar Wahyu Oetomo, saat merilis hasil suvei di Surabaya, Senin, 29 Agustus 2022.
 
Dalam survei elektabilitas, Ganjar Pranowo memuncaki hasil survei dengan capaian 25 persen, disusul Prabowo Subianto 18,2 persen, Khofifah Indar Parawansa dan Anies Baswedan yang masing-masing 7,5 persen, dan juga Tri Rismaharini 5,8 persen. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, nama-nama lain yang muncul masih di bawah 5 persen, seperti Ridwan Kamil sebesar 4,6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,5 persen, Puan Maharani 3,3 persen, Erick Thohir 2 persen, Sandiaga Uno dan Muhaimin Iskandar keduanya 1,8 persen.
 

“Kemudian ada nama Mahfud MD 1 persen, Airlangga Hartanto dengan 0,8 persen, Hari Tanoe S. dan Gatot Nurmantyo keduanya 0,4 persen, Surya Paloh ada 0,2 persen, sedangkan Muldoko 0,1 persen,” ujarnya.
 
Meski demikian, pria yang juga dosen di Universitas Trunojoyo Madura ini mengungkapkan bahwa untuk bursa capres masih sangat terbuka. Kata dia, para tokoh dan nama-nama yang muncul masih punya banyak waktu untuk meningkatkan elektabilitasnya.
 
“Hingga saat ini, berdasarkan survei kali ini diketahui masih ada 15,1 persen yang belum mementukan pilihan. Tentunya ini juga bisa merubah elektabilitas Capres tergantung siapa yang bisa memikat hati masyarakat Jatim” katanya.
 
Dalam survei tersebut, juga diketahui kecendrungan masyarakat terkait apakah akan memilih partai pengusung calon presiden (capres) / calon wakil presiden (cawapres) atau tidak. Kata Peneliti Senior SSC, Surokim Abdussalam, setidaknya ada 49,2 persen masyarakat yang menjawab ‘Belum Tentu’ dalam menentukan pilihannya di Pemilu 2024 nanti. 
 
“Sementara yang menjawab ‘Ya, Pasti’ menunjukkan 36,4 persen. Bahkan sekitar 5,9 persen responden menjawab ‘Tidak’, serta 8,5 persen yang menjawab tidak tahu,” ujarnya.
 
Sementara pria yang juga Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura ini mengatakan hasil ini masiih dalam tingkat kewajaran, mengingat pemilu masih 2 tahun ke depan.
 
“Tentu responden masih belum bisa benar-benar memastikan, namun setidaknya ini menjadi gambaran menarik bagi para partai pengusung capres/cawapres di Pemilu 2024 mendatang”, katanya.
 
Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari 1-10 Agustus 2022 di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling, dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.

 

(WHS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.