cnbc-indonesia.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan pengaruh dari fluktuasi harga komoditas terutama harga minyak dunia yang mempengaruhi sektor jasa keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyebut, persoalan dan tantangan saat ini berkaitan dengan geopolitik global.

“Permasalahan dan tantangan yang dihadapi saat ini jelas berkaitan dengan kondisi geopolitik yang berkepanjangan menuju ke pertentangan yang makin tinggi,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Menurutnya, belum adanya tanda-tanda geopolitik global yang mereda akibat perang dari Rusia dan Ukraina yang masih memanas, menyebabkan ketidakpastian yang dapat berdampak pada perekonomian dunia.

Dalam hal ini, komoditas harga minyak dunia menjadi sorotan karena harga yang cenderung berfluktuatif.

“Dalam konteks itu yang menjadi perhatian tentu berbeda dengan komoditas-komoditas lain yang naik turunnya berdasarkan suplai dan demand. Untuk minyak bumi secara berbeda adalah justru salah satu instrumen penting dalam geopolitik,” tuturnya.

Harga komoditas minyak, kata Mahendra, menjadi instrumen geopolitik tersendiri. Ekonomi dunia yang saat ini sudah berupaya sembuh dari pandemi harus dihadapkan pada permasalahan baru.

“Dampak dari kondisi ekonomi dunia tadi yang bisa diibaratkan keluar dari pandemi masuk ke dalam ketidakpastian global. Ini seperti keluar dari mulut buaya masuk ke mulut harimau,” ungkapnya.

Dengan demikian, para pelaku industri jasa keuangan harus ikut mewaspadai terhadap segala kemungkinan yang terjadi dalam ketidakpastian ini. Serta, pihaknya selaku regulator juga harus mengutamakan keseimbangan stabilitas sektor jasa keuangan sambil menjaga pemulihan ekonomi.

“Dalam apa kebijakan langkah-langkah yang dilakukan oleh OJK secara sendiri maupun terpadu dengan pemerintah dan BI,” pungkasnya.