cnbc-indonesia.com – Ekonomi dunia diperkirakan alami pelemahan signifikan pada tahun ini dan 2023. Hal ini turut mempengaruhi harga komoditas menjadi andalan Indonesia, seperti batu bara hingga minyak kepala sawit.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Gubernur Perry Warjiyo saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (31/8/2022).

“Yang perlu dicermati tahun depan, perekonomian dunia turun dan daya dukung ekspor tak akan sekuat 2 tahun terakhir termasuk tahun ini,” ujarnya.

Dengan demikian pesta durian runtuh yang dialami dalam dua tahun terakhir sudah berakhir. Lonjakan harga komoditas memberikan peran penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia hingga pasokan valuta asing (valas) di pasar keuangan.

Lonjakan harga komoditas juga memberikan pengaruh positif terhadap neraca pembayaran Indonesia.

“NPI kinerja bagus dan ini mendukung stabilitas eksternal kita. NPI kuartal II surplus, transaksi berjalan surplus, transaksi modal dan financial lebih rendah,” terang Perry.