Singapura: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kembali mengajak negara-negara ASEAN untuk mempercepat reformasi domestik masing-masing negara. Serta memperkuat kerja sama dengan sesama negara ASEAN dalam menghadapi ancaman krisis global saat ini.
 
Menko Airlangga mengatakan, reformasi domestik dan penguatan kerja sama ASEAN dinilai penting untuk menjaga momentum pemulihan pascapandemi covid-19 di tengah turbulensi geopolitik global, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
 
Dalam paparannya saat memberikan kuliah umum di Rajaratnam School of International Studies, Singapura, Senin, 29 Agustus 2022, Menko Airlangga menegaskan, hampir semua negara di dunia saat ini tengah berjuang menghadapi tekanan inflasi yang tinggi akibat lonjakan harga komoditas pangan dan energi, dan mengancam pasokan pangan dan energi untuk 660 juta warga ASEAN.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Tiongkok yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia dan menjadi mitra dagang terbesar ASEAN sejak 2009 juga terpuruk, sehingga aktivitas manufaktur dan konstruksi melambat dan mengakibatkan ekspor komoditas energi seperti batu bara dan gas ke Tiongkok menurun.
 

“ASEAN, bagaimanapun, harus mempersiapkan diri menghadapi lonjakan harga minyak setelah negara-negara OPEC+ mengumumkan pada awal Agustus mereka hanya akan menaikkan produksi secara fraksional mulai September. Kenaikan yang mereka sepakati hanya setara dengan kurang lebih dua menit atau bahkan 86 detik dari permintaan minyak global, dan tentu sangat tidak cukup untuk mengurangi tekanan atas harga energi internasional,” tegas Airlangga.
 
Menurut Airlangga, ASEAN memiliki peluang untuk membalikkan tantangan itu menjadi kekuatan. “Inilah momentum penting bagi integrasi ekonomi di ASEAN. Ketika faktor permintaan eksternal tidak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kita, kita harus melihat ke dalam dan mencari jalan untuk memberdayakan perdagangan yang ada di kawasan ini. Itulah yang memungkinkan kita untuk membangun daya tahan ekonomi ASEAN di tengah terpaan badai ekonomi global saat ini,” lanjutnya.
 
Selain integrasi ekonomi di ASEAN (ASEAN Economic Community), Airlangga juga menekankan pentingnya integrasi ekonomi regional dengan negara lain di luar ASEAN melalui Perjanjian Perdagangan Bebas seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang sudah diperkenalkan Indonesia saat menjadi Ketua ASEAN pada 2011.
 
Selain memberikan kuliah umum di Rajaratnam School of International Studies, Menko Perekonomian juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, dan Courtesy Call dengan Deputi Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Pertemuan bilateral ini merupakan rangkaian upaya memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara sebagai anggota kunci ASEAN. (Robert Parus/Metro TV)
 

(AHL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.