Bisnis  

Dukung UMKM Naik Kelas, Lazada Hadirkan Berbagai Program Pelatihan

Dukung UMKM Naik Kelas, Lazada Hadirkan Berbagai Program Pelatihan

cnbc-indonesia.com – – Lazada Indonesia , sebagai salah satu e-commerce di Indonesia, terus menyatakan komitmennya dalam mendorong para pemilik brand dan pelaku UMKM untuk naik kelas, sehingga dapat meningkatkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia melalui fitur-fitur yang disediakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lazada Indonesia, Ferry Kusnowo, dalam acara Halalbihalal Lazada yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Jakarta.

“UMKM Indonesia itu harus naik kelas, memenuhi permintaan pak presiden juga UMKM kita itu semua harus bergerak ke digital. Targetnya sudah ditargetkan juga oleh Pak Jokowi 30 juta,” kata Ferry.

Menurutnya, sebagai e-commerce di Indonesia, pihaknya harus menjadi bagian dari ekonomi digital tersebut dan membantu UMKM masuk ke dalam bisnis online.

Ferry menjelaskan, Lazada sudah mengadakan program-program yang membantu UMKM, seperti salah satunya Program AKAR (Akselerasi Karya Rakyat).

Bersama dengan Pemkot maupun Pemprov, pihaknya terjun langsung ke daerah-daerah untuk menjangkau UMKM dengan memberikan pemahaman mengenai ekonomi digital.

“Paham belum tentu mereka naik ke online, itu kan masih awal. Kemudian ada program naik kelasnya, kemudian online training, seperti Lazada University, Lazada Online Program. Itu semua kita bangun supaya mereka ini paham,” tuturnya.

Tak hanya itu, pelaku UMKM juga berkesempatan untuk melakukan penjualan hingga ke negara-negara lain melalui program ekspor LazGlobal.

Sejauh ini tercatat sudah ada sebanyak 400 pelaku UMKM yang mengirimkan produk-produknya ke negara tetangga, seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Thailand.

“Mostly saya lihat di Singapura sih ya. Kategorinya dominan fesyen, make up, dan beauty,” ucap Ferry.

Menariknya, bahkan ada salah satu produsen fesyen baju muslim asal Indonesia yang memiliki minat pasar yang besar dari masyarakat di negara Filipina, tepatnya di Manila.

Dalam program ekspor ini, para seller atau UMKM terpilih akan diseleksi terlebih dahulu oleh pihak Lazada sebelum benar-benar melakukan ekspor ke luar negeri.

UMKM yang terpilih nantinya akan mendapatkan pembekalan dari Lazada, agar lebih siap lagi melakukan ekspor melalui LazGlobal.

“Jadi seller-seller kita harus siap dulu, karena kalau permintaannya banyak belum tentu mereka ready, belum lagi pengirimannya ke luar negeri, dan kalau ada komplain dari luar negeri. Nah proses itu dipermudah dengan platform Lazada,” ucapnya.

“Tapi tetap saja, buat UMKM atau seller yang terpilih ini biasanya kita minta mereka lebih ready lah. Jadi kita kasih mereka program pengertian, pemahaman dari awal supaya mereka juga nanti kalau sudah berjualan siap,” pungkas Ferry.