Dikuasai Ribuan Pesepeda Tua di HUT ke-1.143, Kota Kediri Bak Jadi Rumah Sehari Warga Sabang-Merauke

Dikuasai Ribuan Pesepeda Tua di HUT ke-1.143, Kota Kediri Bak Jadi Rumah Sehari Warga Sabang-Merauke

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI – Sebagai kota kecil di Jatim, Kota Kediri sudah seperti ibukota bagi banyak daerah di Indonesia dengan sering digelarnya event besar. Parade Sepeda Nusantara 2 yang melibatkan ribuan penggemar sepeda dari berbagai daerah, Minggu (31/7/2022), juga berkumpul dan berkeliling Kota Kediri dengan titik awal GOR Jayabaya.

Dilepas Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar dari GOR Jayabaya, ribuan penggemar sepeda onthel pun berhamburan memenuhi jalanan dengan berbagai aksesoris, hiasan dan kostum menarik. Kota Kediri pun bak dibanjiri lautan sepeda tua.

Para onthelis sepeda tua ini tergabung dalam Parade Sepeda Nusantara 2 melakukan konvoi keliling kota menempuh rute sepanjang 17 KM dengan start dan finis di GOR Jayabaya.

Ketua Panitia Parade Sepeda Nusantara, Ir Datik Indrijaswati menjelaskan, kegiatan ini digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Kediri ke 1.143. “Ini sebenarnya event regional, namun rasa nasional karena peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Datik.

Antusias warga dari berbagai daerah untuk datang ke Kota Kediri memang besar. Di antaranya, ada peserta dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Lampung, Palangkaraya, Bali, NTB dan Banten. Perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Jatim juga hadir.

Datik mengungkapkan, awalnya peserta yang hadir diprediksi antara 1.500 sampai 2.000 peserta. Namun di luar dugaan peserta yang hadir jumlah mencapai ribuan yang sudah di luar kemampuan panitia. “Saat pandemi Covid-19, kegiatan ini off selama beberapa tahun. Ini kegiatan pertama kali setelah pandemi,” ujarnya.

Kegiatan Parade Sepeda Nusantara sekaligus juga upaya melestarikan sepeda dan budaya serta mengenalkan kepada kawula jenis transportasi sepeda di masa lampau.

Yang menarik para penggemar sepeda tua juga memakai aneka macam jenis kostum mulai yang nuansa tradisional sampai bergaya antik dan unik. Peserta terlihat ceria dapat mengekspresikan kreativitas setelah dua tahun kegiatan serupa ditiadakan.

Seperti rombongan dari Kota Surabaya dari Komunitas Sedjoli berdandan ala tokoh Punakawan yaitu Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Malahan komunikasi ini melibatkan puluhan anggota telah bersiap sejak dini hari.

Peserta lainnya berdandan dengan seragam militer lengkap dengan senjatanya dan berdandan tokoh pahlawan nasional. Termasuk jenis sepeda yang digunakan didesain unik dari bahan besi dan kayu.

Ada seperti mini dan sepeda tinggi serta dilengkapi dengan berbagai aksesoris seperti sirine dan sound sistem bersuara menggelegar. Pawai sepeda ini menarik perhatian warga masyarakat yang menyaksikan dan mengelu-elukan peserta di pinggir jalan. Bahkan di garis start GOR Jayabaya banyak warga yang berpose dengan peserta.

Peserta pawai melibatkan seluruh usia mulai anak -anak sampai manula. Para peserta ini sudah mulai berdatangan di Kota Kediri semalam dan menginap di areal kawasan GOR Jayabaya.

Wali Abdullah Abu Bakar memberikan apresiasi peserta yang sangat antusias mengikuti pawai keliling Kota Kediri. “Sepanjang jalan saya lihat banyak onthelis memadati jalan hingga GOR Jayabaya. Ini kali pertama diselenggarakan Parade Sepeda Nusantara dengan peserta terbanyak. Sungguh ini luar biasa sekali,” ujar Abu Bakar.

Ia bahkan mengaku sangat bahagia dengan besarnya antusiasme onthelis untuk datang ke Kota Kediri. Malahan banyak peserta yang mengayuh sepeda dari daerah asal menuju ke Kota Kediri untuk mengikuti Parade Sepeda Nusantara.

Sehingga kegiatan ini menjadi ajang silaturahim bagi onthelis dari Sabang sampai Merauke. Apalagi setelah dua tahun ada pandemi, event semacam ini tidak diselenggarakan. ****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.

Tinggalkan Balasan