Bisnis  

Daftar Crazy Rich Asia Paling Berpengaruh di Dunia, Ada Konglomerat Indonesia?

Daftar Crazy Rich Asia Paling Berpengaruh di Dunia, Ada Konglomerat Indonesia?

cnbc-indonesia.com – JAKARTA – Pada 2023, pergeseran kekayaan global telah terjadi, di mana Bernard Arnault, pemilik LVMH, berhasil meraih gelar sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan senilai US$211 miliar.

Tidak jauh di belakangnya, muncul Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX yang menduduki peringkat kedua dengan kekayaan bersih sebesar US$180 miliar.

Bahkan, banyak yang menilai perusahaan-perusahaannya telah mengubah paradigma di industri mobil dan luar angkasa, membawa inovasi yang signifikan dan mengubah cara pandang kita tentang masa depan transportasi dan eksplorasi ruang angkasa.

Pada saat yang sama, kawasan Asia terus tumbuh dan memainkan peran dominan dalam perekonomian global.

Munculnya sekelompok miliarder terpilih dari Asia menjadi bukti kekuatan dan pengaruh yang dimiliki oleh individu-individu tersebut.

Mereka bukan hanya memiliki kekayaan yang sangat besar, tetapi juga memiliki bisnis yang berpengaruh dan memberikan dampak besar di kawasan Asia dan di sekitarnya.

    Daftar Bisnis Lebron James, Pebasket Miliarder dengan kekayaan Rp14,6 Triliun

    Daftar Bisnis Keluarga Terkaya di Indonesia, Hartono Bersaudara Pemilik Djarum

    Daftar 25 Orang Terkaya di Indonesia, Low Tuck Kwong Paling Tajir

Lantas, siapa saja miliarder Asia paling berpengaruh di dunia? Melansir dari SCMP, berikut ulasan Bisnis selengkapnya

1. Mukesh Ambani – US$87 miliar atau Rp1.294 triliun

Mukesh Ambani saat ini adalah orang terkaya di Asia. Dia adalah Ketua dan pemegang saham terbesar Reliance Industries, perusahaan paling berharga di India, dengan kekayaan bersih lebih dari US$87,1 miliar.

Dia menjadi orang terkaya di India dan Asia. Ambani juga telah melakukan investasi signifikan di bidang telekomunikasi, energi, dan ritel di wilayah perkotaan dan pedesaan India.

Melalui Reliance Foundation, inisiatif filantropinya termasuk upaya di bidang pendidikan, literasi digital, bantuan bencana, perawatan kesehatan, dan pembangunan pedesaan.

2. Zhong Shanshan – US$62 miliar atau Rp922,6 triliun

Zhong Shanshan adalah pendiri Nongfu Spring, perusahaan air minum kemasan dan minuman terkemuka di China. Kekayaan bersih Zhong Shanshan lebih dari US$62 miliar.

Dia juga mendirikan perusahaan vaksin Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise, yang telah menjadi salah satu pemasok utama kit tes Covid-19 di China dan di seluruh dunia.

Upaya filantropisnya berfokus pada pendidikan, air minum bersih di daerah pedesaan China, keberlanjutan, dan pengentasan kemiskinan.

3. Zhang Yiming – US$45 miliar atau Rp669,6 triliun

Zhang Yiming adalah salah satu pendiri dan mantan CEO ByteDance, perusahaan di balik aplikasi video pendek populer TikTok. Kekayaan bersih Zhang sekitar US$45 miliar.

Sosoknya dikenal karena visinya menggunakan kecerdasan buatan untuk menciptakan konten personal yang disesuaikan dan telah terlibat dalam berbagai upaya filantropi di China, termasuk bantuan Covid-19 serta inisiatif pendidikan dan lingkungan.

4. Gautam Adani – US$44 miliar atau Rp654,8 triliun

Gautam Adani adalah Ketua Adani Group, sebuah konglomerat multinasional India yang memiliki kepentingan di sektor energi, infrastruktur, dan pertahanan.

Kekayaan bersih Gautam Adani mencapai lebih dari US$44 miliar. Adani juga terlibat dalam berbagai inisiatif sosial dan lingkungan, termasuk di bidang pendidikan, keberlanjutan, energi bersih, konservasi satwa liar, dan bantuan Covid-19.

5. Li Ka-shing – US$38 miliar atau Rp565,5 triliun

Li Ka-shing, sering disebut “Superman,” adalah seorang taipan sal Hong Kong dengan kekayaan bersih lebih dari US$38 miliar.

Dirinya membangun kerajaan bisnis yang luas melalui konglomeratnya, CK Hutchison Holdings, yang memiliki kepentingan di sektor pelabuhan, ritel, telekomunikasi, dan energi.

Dengan kekayaannya dia aktif terlibat dalam filantropi dengan menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk pendidikan, perawatan kesehatan, dan penyebab sosial. Ia sangat dihormati atas prestasi kewirausahaan dan komitmennya untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.

6. Tadashi Yanai – US$37 miliar atau Rp550,6 triliun

Tadashi Yanai adalah pendiri dan CEO Fast Retailing dari Jepang, perusahaan induk Uniqlo. Tadashi Yanai telah membangun kekayaan bersih lebih dari US$37 miliar.

Dia juga terlibat dalam berbagai inisiatif filantropi, termasuk upaya bantuan bencana, yang menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan sosial, pendidikan, dan keberlanjutan, baik di Jepang maupun di seluruh dunia.

7. Pony Ma Huateng – US$35 miliar atau Rp520,8 triliun

Pony Ma Huateng adalah pendiri dan CEO Tencent, sebuah konglomerat multinasional China. Kekayaan bersih Pony Ma Huateng mencapai lebih dari US$35 miliar.

Berkantor pusat di Shenzhen, Tencent dikenal karena platform media sosial dan permainannya. Pony Ma juga terlibat dalam filantropi dan inisiatif lingkungan, termasuk Tencent Foundation yang didirikannya pada 2007.

Yayasan tersebut fokus pada promosi pendidikan, dukungan terhadap upaya bantuan bencana, dan memberikan bantuan kepada kelompok kurang beruntung di China dan telah mendonasikan jutaan dolar untuk berbagai penyebab, termasuk pembangunan sekolah, pemberian beasiswa, dan mendukung program kesehatan.

8. Robin Zeng – US$34 miliar atau Rp505,9 triliun

Robin Zeng, juga dikenal sebagai Zeng Yuqun, adalah seorang pengusaha China dan pendiri CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Ltd.), salah satu produsen baterai litium-ion untuk kendaraan listrik terbesar di dunia.

Dengan kekayaan bersih lebih dari US$34 miliar, Zeng telah berperan penting dalam mendorong pengembangan dan adopsi solusi energi bersih secara global.

Upaya filantropinya difokuskan pada keberlanjutan dan penyebab lingkungan. Melalui teknologi baterai inovatif CATL, ia secara tidak langsung telah berkontribusi pada kemajuan transportasi bersih dan pengurangan emisi karbon.

9. William Lei Ding – US$28 miliar atau Rp416,6 triliun

William Lei Ding adalah pendiri dan CEO NetEase, sebuah perusahaan teknologi terkemuka di China dengan kepentingan di bidang e-commerce, permainan, dan layanan internet.

Dengan kekayaan bersih sebesar US$27,9 miliar, membuat dirinya terlibat dalam inisiatif filantropi, termasuk pendirian Yayasan Ding untuk para masyarakat yang kurang beruntung, dengan penekanan khusus pada pendidikan sains dan teknologi.

10. Jack Ma – US$24 miliar atau Rp357,1 triliun

Jack Ma adalah pendiri Alibaba Group, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di dunia. Kekayaan bersih Jack Ma adalah lebih dari US$23,8 miliar.

Sosoknya pun terlibat dalam sejumlah inisiatif filantropi, termasuk pendirian Jack Ma Foundation, yang berfokus pada kewirausahaan, pendidikan, kepemimpinan perempuan, dukungan medis, dan perlindungan lingkungan.