Catat! Mulai Hari Ini Naik Pesawat dan Kereta Api Wajib Vaksin Booster

Catat! Mulai Hari Ini Naik Pesawat dan Kereta Api Wajib Vaksin Booster

loading…

Mulai hari ini calon penumpang kereta api diwajibkan telah melakukan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster. Foto/SINDOnews/Eko Purwanto

JAKARTA – Mulai hari ini calon penumpang yang akan melakukan perjalanan naik pesawat atau kereta api diwajibkan telah melakukan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster .

Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 telah menerbitkan aturan perjalanan dalam negeri, melalui Surat Edaran (SE) Nomor 21 Tahun 2022.

Dikutip dari SE 21/2022 pada Minggu (17/7/2022), pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang telah mendapatkan vaksin booster tidak wajib menunjukkan hasil rapid test maupun RT-PCR.

Baca juga: Terapkan Syarat Vaksin Booster, KAI Yakin Penumpang Kereta Api Tetap Ramai

Sementara bagi PPDN yang baru mendapatkan vaksin dosis kedua, wajib menunjukkan hasil negatif rapid test atau hasil negatif RT-PCR. Namun, bagi yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama, wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR. Berikut ini, aturan lengkap terkait dengan PPDN:

1. PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen;

2. PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan dan dapat melakukan vaksinasi dosis ketiga (booster) on-site saat keberangkatan;

3. PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan;

4. PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi, namun wajib menunjukkan hasil negatif tes RTPCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19;

Artikel ini bersumber dari ekbis.sindonews.com.

Tinggalkan Balasan