Bisnis  

Bitcoin Babak Belur Gegara Transaksi Memecoin

Bitcoin Babak Belur Gegara Transaksi Memecoin

cnbc-indonesia.com – Kian meningkatnya kegilaan pada memecoin membuat Bitcoin babak belur, biaya transaksi dalam jaringannya meroket.

Forbes melaporkan, munculnya token BRC-20 dan memecoin jenis ini telah menciptakan hype yang luar biasa, meningkatkan animo spekulatif dari para investor.

Pada akhirnya, ini memicu lonjakan pada biaya transaksi dalam jaringan Bitcoin, membuatnya babak belur. Itu telah melesat ke level tertinggi dua tahun.

Kegilaan Memecoin di Jaringan Bitcoin

Diketahui, memecoin berbasis BRC-20 seperti Ordi, Pepe dan Piza telah menarik gelombang minat yang teramat besar dari investor, dan telah membuat harga token-token tersebut meroket lebih dari 28.000 persen dalam beberapa minggu saja.

Token BRC-20 hadir melalui penggunaan protokol Ordinals, memungkinkan pengguna untuk menuliskan data pada koin satoshi dan mengubahnya menjadi token.

Berkat Ordinals, memecoin berbasis BRC-20 pun terlahir, hadir dalam jaringan Bitcoin tetapi tidak memiliki utilitas atau dasar program yang melekat. Sebagian besar investor token ini murni melakukan pembelian hanya untuk berspekulasi.

Sejak diperkenalkan pada bulan Maret kemarin, saat ini telah ada sekitar 14.300 token BRC-20, dengan total gabungan nilai pasar lebih dari US$1 milyar. Memecoin Ordi adalah yang memiliki nilai pasar terbesar, sekitar US$400 juta.

Meski harga memecoin telah melesat hebat, investor tetap disarankan untuk tetap berhati-hati dan mengedepankan DYOR. Bahkan, bursa kripto Gemini mengumumkan untuk menghimbau investor agar lebih berhati-hati setelah mereka me-listing token Pepe Coin.

”PEPE adalah token meme baru. PEPE tidak memiliki utilitas yang ditentukan, nilainya mungkin berasal hanya dari kemauan berkelanjutan dari pelaku pasar untuk meminta dan memperdagangkan token, yang dapat mengakibatkan potensi kehilangan nilai secara permanen dan total jika peserta memilih untuk tidak lagi meminta atau memperdagangkan PEPE. Token ini juga dapat mengalami volatilitas harga yang ekstrim, khususnya jika kepemilikan PEPE yang besar dan terkonsentrasi dilikuidasi dalam waktu singkat,” ungkap pengumuman Gemini.

Memecoin tampak telah memiliki panggungnya sendiri di tahun ini, yang dimulai dari lonjakan pada harga Dogecoin dan Floki Inu, serta dilambungkan kian tinggi oleh popularitas token Pepe Coin dan SPONGE.

CEO Binance, Changpeng Zhao, juga mengingatkan para investor agar lebih berhati-hati dalam membeli memecoin. Itu ia katakan jelang Binance yang akan me-listing token PEPE di platform-nya. [st]