Bisnis  

Volume DEX Terjebak di Titik Terendah Jangka Panjang, Mampukah The Merge Menyelamatkannya?

Volume DEX Terjebak di Titik Terendah Jangka Panjang, Mampukah The Merge Menyelamatkannya?

cnbc-indonesia.com – Decentralized exchange (DEX) masih terus mencatat volume di bawah rata-rata, khususnya dalam tiga bulan terakhir. Dalam hal ini, penyebab utama penurunan ini adalah akibat berkurangnya minat investor dan juga pasar kripto yang bearish.

Bursa terdesentralisasi, atau yang akrab dengan sebutan DEX, telah menjadi bursa pilihan trader yang lebih memprioritaskan anonimitas ketimbang keamanan.

Selama bertahun-tahun, beberapa DEX telah melampaui volume bulanan bursa tersentralisasi (CEX). Namun, performa mereka selama tiga bulan terakhir ini sedikit berbeda. Pasalnya, volume kumulatif DEX turun di bawah level US$100 miliar. Pada bulan Agustus, volume kumulatif DEX hanya berhasil mencapai US$67 miliar.

Meskipun volume sebesar US$67 miliar terdengar sudah cukup mengesankan. Tapi, sebenarnya angka tersebut mencerminkan penurunan sebanyak 60% dari level puncaknya untuk tahun ini yang jumlahnya sempat mencapai angka US$169 miliar pada bulan Mei.

Selama tren bearish pasar kripto yang akhir-akhir ini terjadi, tekanan yang memicu aksi jual pun melanda pasar. Hal itu karena tidak sedikit para whale dan investor institusional yang berupaya untuk meminimalisir potensi kerugian mereka. Alhasil, kondisi tersebut menyebabkan perbedaan lonjakan volume perdagangan pada sebagian aset kripto yang terdaftar di beragam DEX.

Sebelumnya, volume DEX di bulan Juni dan Juli, yang masing-masing mencatat volume hampir sama, sekitar US$85 miliar, mendapat predikat sebagai posisi terendah tahunan untuk sektor ini. Tapi ternyata, angkanya masih terus anjlok sampai bulan Agustus di mana volume DEX turun lagi sebanyak 21%.

Volume DEX Terjebak di Posisi Terendah Jangka Panjang

Pola harga aset kripto sendiri memiliki korelasi yang cukup erat dengan volumenya di bursa. Di mana volumenya biasanya akan naik selama periode yang sangat bullish dan sebaliknya, akan turun ketika periode bearish menghantam.

Ketika Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mencapai titik puncak baru pada bulan November 2021 lalu, sentimen pasar yang positif termanifestasi dalam volume DEX. Pada bulan itu, volume DEX sempat mencapai US$206 miliar. Jumlah ini membuat volume sebanyak US$67 pada Agustus 2022 menunjukkan penurunan sebanyak 67% hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.

Penurunan Volume Uniswap Jadi yang Terparah

Hingga saat ini, Uniswap berhasil menjadi DEX dengan volume perdagangan terbesar. Namun sayangnya, platform ini juga mendapat dampak paling signifikan selama bulan Agustus akibat tren bearish yang melanda. Terlebih lagi, bahkan volume gabungan Uniswap V2 dan V3 yang berjumlah US$43 miliar gagal mengimbangi setengah dari metriknya pada Mei lalu, yaitu sekitar US$104 miliar.

Faktanya, meskipun sudah menguasai 65% dari jumlah volume di pasar sepanjang Agustus, volume Uniswap masih turun 23% dari US$87 miliar yang tercatat pada November tahun lalu.

Sementara itu, sebagai DEX terbesar di Binance Chain, PancakeSwap mencapai volume US$56 miliar selama periode ATH mereka pada November 2021 lalu. Sebagai kompetitor utama Uniswap, banyak analis yang berharap bahwa PancakeSwap mampu menebus kerugian Uniswap, tapi ternyata tidak terjadi.

Pasalnya, volume PancakeSwap bulan lalu adalah US$8 miliar, yang berarti mereka mengalami kerugian sebanyak 86% dari November 2021 serta 58% dari bulan Mei 2022.

Selain itu, SushiSwap dan Curve Finance juga merupakan bursa populer lainnya di jaringan Ethereum. Tetapi, volume terbaru yang mereka cetak masing-masing sebesar US$1 miliar dan US$3 miliar. Artinya, sangat jauh di bawah statistik bulan-bulan sebelumnya.

Kemudian, jika kita bandingkan dengan Binance yang mampu sendirian mencatat volume perdagangan lebih dari US$20 miliar setiap harinya, upaya DEX untuk bisa menyaingi CEX tampaknya masih menjadi perjalanan panjang.

Akankah DEX di Ethereum Mampu Genjot Volume Kumulatif Pasca The Merge?

Mengingat Ethereum menampung lebih banyak DEX daripada blockchain lainnya. Sebagian trader anonim pun bertanya-tanya apakah The Merge akan membantu meningkatkan volume DEX ataukah tidak.

Terkait hal ini, Brian Pasfield, yaitu Chief Technology Officer (CTO) Fringe Finance kemudian memberikan pandangannya. Sebagai informasi, Fringe Finance sendiri adalah pasar uang terdesentralisasi yang dirancang untuk melayani penyebaran modal dalam aset kripto. Menurutnya, tidak akan terjadi peningkatan signifikan pasca The Merge.

Selanjutnya, ia juga mengatakan kepada BeInCrypto, “Bursa terdesentralisasi top berbasis Ethereum, termasuk Uniswap dan SushiSwap, mencatat volume perdagangan yang relatif rendah selama tiga bulan terakhir [hingga] Agustus, mengisyaratkan kekhawatiran terkait masa depan protokol ini pasca The Merge. Sementara berkurangnya volume perdagangan dapat diasosiasikan dengan serangan yang tengah berlangsung yang dikenal sebagai crypto winter, investor juga mengalihkan dedikasi mereka ke protokol pesaing yang menawarkan opsi transaksi yang lebih murah dan lebih cepat. Namun, perlu dicatat bahwa Uniswap juga mendukung chain lainnya, seperti Arbitrum, Optimism, dan Polygon. Jadi, anjloknya volume pada Ethereum dikompensasi oleh perluasan solusi Layer 2.”

Kemudian, sebelumnya dia juga sempat menyatakan, “Seiring [dengan] The Merge yang jadwalnya akan selesai bulan ini, kendala yang melekat pada DEX belum tentu terselesaikan: [karena] Ethereum Foundation telah mengklarifikasi bahwa The Merge [kemungkinan] tidak menjadikan transaksi lebih cepat atau lebih murah. Jadi, rata-rata pengguna mungkin tidak [akan] melihat nilai atau dampak [dari] transisi ke model konsensus proof-of-stake di bursa ini.”

Selanjutnya, Pasfield akhirnya menyimpulkan, “Jika inovasi ini [tidak] diperkenalkan untuk membuat protokol Ethereum baru [yang] dapat digunakan untuk transaksi skala kecil, status quo pada DEX blue chip mungkin tidak berubah. Namun, prospek investasi token berbasis Ethereum akan meningkat, dan ini kemungkinan [akan] mendukung perlindungan token ini di DEX oleh investor yang peduli dengan sifat hemat energi dari blockchain Ethereum yang baru.”

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!