Bisnis  

Tips Jitu Bersaing di Bisnis Kuliner

cnbc-indonesia.com – JAKARTA – Memiliki bisnis sendiri merupakan impian bagi banyak orang.

Dewan Komisioner, Founding Fathers DSC, Surjanto Yasaputera mengatakan kini tren bisnis F&B (Food and Beverage) di 2023 kian menggiurkan untuk diselami oleh para pemula.

Pasalnya, bisnis F&B dinilai lebih menguntungkan dan lebih stabil. Terbukti, meski sempat terhambat karena adanya pandemi. Namun, bisnis F&B bisa pulih dengan cepat berkat bantuan digital.

Namun, menurutnya meski industri F&B kian padat di pasaran, tapi tak sedikit pula yang mengalami kegagalan. Adapun, penyebab utama kegagalan dalam industri ini bahwa banyak orang percaya bahwa nama besar di perusahaan adalah penentu kesuksesan sebuah bisnis. Padahal, dalam kenyataannya bisnis yang dimiliki oleh dan/atau dengan nama selebriti yang juga masih gagal.

Apalagi, kini dengan inovasi makanan yang selalu tinggi, banyak konsep dan tren baru muncul di pasar, sehingga pebisnis mau tidak mau harus meyesuaikan tren.

“Sebenarnya penciptaan produk itu menyenangkan dan mengasyikkan, tetapi merancang sistem perusahaan agar berfungsi dengan lancar dan mereplikasi produk, layanan, dan pengalaman cukup membuat sebagian pebisnis frustasi,” katanya dalam program Diplomat Success Challenge (DSC) 2022.

Lantas, apa saja tips bagi para pebisnis dalam menentukan strategi F&B yang sukses dan mampu bertahan di ketatnya persaingan? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

1. Tetapkan visi utama dengan jelas

Untuk membangun perusahaan yang baik, pebisnis harus mengetahui dan memahami tujuan pebisnis membuat produk atau layanannya untuk dinikmati orang lain.

Salah satu caranya adalah dengan menentukan target pasar, di mana ini bisa menjadi acuan untuk merancang strategi pasar meliputi pendapatan, gaya hidup, umur, pekerjaan, dan sebagainya.

Contohnya saja misalkan Anda berencana membuka usaha kuliner di daerah pekuliahan, maka yang cocok Anda jual adalah makanan dengan harga terjangkau dan tempat yang nyaman untuk kalangan mahasiswa seperti warung nasi berkonsep café.

2. Mengandalkan data

Melakukan riset dan mengimplementasikannya sesuai dengan data bisa membuat produk yang kita buat memang dibutuhkan oleh masyarakat tentunya memiliki peluang lebih besar untuk dicari-cari konsumen.

Seorang pebisnis bisa melakukan penelitian bisnis baik secara online atau terjun langsung ke lapangan. Hal ini dilakukan untuk membantu pebisnis membuat konsep desain produk dan teknik pemasaran yang memang cocok digunakan.

“Jadi, pakai data ya, data itu nggak bisa bohong, even datanya kalian manipulasi, ya artinya hasilnya juga akan bohongan. Jadi sia-sia. At least dari data bisa bicara banyak. Selain itu, data penting karena bisa meminalisir uncertainty,” kata Coach DSC 2022, M Jupaka.

3. Selesaikan menu sebelum menulis rencana bisnis

Sebelum memutuskan memilih, menyewakan, atau membeli properti komersial, akan sangat membantu jika pebisnis memiliki menu lengkap produk dan layanan yang akan tersedia untuk pelanggan.

Hal ini dilakukan agar pemilik bisa siap finansial, di mana harga yang ditetapkan yang akan menjadi hasil penjualan bisa digunakan sebagian jumlahnya untuk membayar tempat.

4. Buat inovasi

Dengan semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis kuliner, pebisnis harus dapat bertahan agar tidak mengalami kerugian.

Inovasi merupakan salah satu yang penting karena dengan adanya inovai agar pembeli tidak merasa bosan dengan produk yang monoton, hal ini bisa dilakukan melalui perbedaan rasa, tampilan atau bentuk, kreasi dalam pembuatannya, dan cara penyajiannya. Inovasi ini juga harus disesuaikan dengan target pasar yang dituju.

5. Percaya diri

Mencoba mencari umpan balik dari pengusaha lain memiliki risiko yang signifikan. Jangan banyak terpengaruh atas banyaknya larangan dari para kompetitor.

Sehingga, Anda harus percaya diri dalam mengeksekusi bisnis dan jangan ragu apabila Anda melakukan segala perencanaan dan tinggal melakukan eksekusi, karena itu adalah kunci kesuksesan.

error: Content is protected !!