Bisnis  

Terungkap! BlockFi Rupanya Punya Eksposur Rp17,94 Triliun ke Sam Bankman-Fried

cnbc-indonesia.com – Dalam laporan keuangan yang diunggah secara keliru oleh BlockFi, terungkap bahwa perusahaan yang tengah dalam proses kebangkrutan Bab 11 itu memiliki eksposur jumbo ke perusahaan kripto milik Sam Bankman-Fried (SBF). Nilai eksposurnya mencapai US$1,2 miliar atau lebih dari Rp17 triliun. Padahal, dalam pernyataan sebelumnya, BlockFi mengaku hanya memiliki eksposur ke entitas yang dimiliki SBF, FTX US sebesar US$729 Juta.

Pada dokumen tersebut, disebutkan bahwa aset berupa utang terhadap SBF terbagi atas FTX dan Alameda Research. BlockFi memiliki aset yang terkait dengan FTX sebesar US$415,9 juta (sekitar Rp6,21 triliun) dan US$831,3 juta pinjaman (sekitar Rp12,44 triliun) pada Alameda Research.

Sebelumnya, pengacara BlockFi mengatakan bahwa perusahaan memiliki pinjaman yang terkait pada Alameda hanya mencapai US$671 juta dan terdapat tambahan US$355 juta dalam bentuk aset digital yang dibekukan di FTX.

Sebagai catatan, dokumen keuangan tersebut disusun oleh M3 Partners, selaku penasihat komite kreditur yang diwakili oleh firma hukum Brown Rudnick. Seorang sumber yang berasal dari tim pengacara komite kreditur mengaku bahwa dokumen tersebut merupakan dokumen yang belum disunting dan diunggah karena adanya kekeliruan.

Namun, sayangnya sumber tersebut tidak mengelaborasi lebih jauh perbedaan data yang selama ini beredar dengan dokumen anyar tersebut.

Hampir Setengah dari Aset BlockFi terkait dengan FTX dan Alameda

Masih dalam dokumen yang sama, terungkap bahwa BlockFi memiliki 662.427 pengguna dengan saldo di bahwa US$1.000. Selama periode Mei hingga November 2022, total volume perdagangan keseluruhan akun tersebut mencapai US$67,7 juta secara kumulatif.

Selain itu, BlockFi juga tercatat masih memiliki uang tunai sebesar US$302,1 juta. Posisi kas perusahaan belum termasuk aset yang ada di dompet digital sebesar US$366,7 juta. Jika dilihat secara total, BlockFi memiliki nilai aset yang belum disesuaikan sebesar US$2,7 miliar dan hampir setengahnya berhubungan dengan FTX dan Alameda.

Akan tetapi, dalam laporan keuangan perusahaan terbaru, nilai piutang atas pinjaman Alameda Research dan aset yang berhubungan dengan FTX telah disesuaikan menjadi US$0. Setelah itu, perusahaan hanya memiliki aset kurang dari US$1,3 miliar dan hanya US$668,8 juta yang digambarkan sebagai aset liquid.

Hubungan antara BlockFi dan SBF memang cukup menarik. Pada 28 November tahun lalu, kala kegagalan FTX terjadi, BlockFi menggugat perusahaan induk SBF, yaitu Emergent Fidelity Technologies.

Sengkarut yang terjadi muncul karena saham yang dijaminkan tersebut akan digunakan untuk pembayaran kembali kewajiban Alameda, sementara BlockFi mengklaim bahwa saham tersebut tidak pernah diterima. Adapun saham yang dimaksud adalah saham Robinhood (HOOD) yang dimiliki oleh SBF.

Berdasarkan dokumen yang diajukan pada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) disebutkan bahwa SBF membeli 7,6% saham Robinhood melalui Emergent pada Mei tahun lalu.

Rela Bayar Mahal Karyawan yang Masih Tersisa

Demi memuluskan operasionalisasi bisnis dalam proses kebangkrutan, BlockFi mengajukan izin pada pengadilan untuk menawarkan bonus retensi sebesar 10% hingga 50% pada karyawan. Hal itu dilakukan agar para karyawan tidak pergi meninggalkan perusahaan.

Pada dokumen terbaru, terungkap bahwa 125 karyawan BlockFi yang tersisa akan mendapatkan penghasilan yang cukup; yang mana secara tahunan, para karyawan akan mengumpulkan US$11,9 juta. Selain itu, 3 karyawan di antaranya berpeluang mendapatkan US$134 ribu per tahun. Bahkan, 5 karyawan yang masih bekerja di perusahaan juga berpeluang untuk mendapatkan penghasilan rata-rata sebesar US$822,83 ribu per tahun.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

error: Content is protected !!