VIVA Edukasi – Struktur cerpen perlu diketahui oleh kamu, terutama yang masih menempuh pendidikan. Sebab, cerpen atau cerita pendek ini kerap dijadikan sebagai contoh soal cerita dalam ujian Bahasa Indonesia. Tapi, cerita pendek juga dapat menjadi bacaan saat kamu memiliki banyak waktu luang. Cerpen juga biasanya menceritakan tokoh utama secara ringkas. 

Cerita pendek ini merupakan salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa fiksi. Perbedaan dengan novel, cerita yang ada dalam cerpen lebih padat dan biasanya tidak mempunyai banyak tokoh. Bila kebanyakan orang bilang, kita hanya memerlukan sekali duduk untuk menyelesaikan satu cerita cerpen. 

Siapa saja dapat membuat cerpen dengan mudah, asal memahami struktur dan apa yang hendak disampaikan. Termasuk untuk kamu yang masih duduk di bangku sekolah. Kamu bisa mengangkat kehidupan sekolah yang sangat menarik. Apalagi banyak kejadian menarik yang dapat diekspresikkan dalam sebuah cerita pendek. 

Mulai dari tingkah lucu teman kamu semasa SMA, cerita mengenai guru yang galak dan guru jenaka yang selalu membuat kamu teringat kepadanya, atau bahkan cerita manis yang mungkin kamu malu untuk mengekspresikannya, kamu dapat menciptakan tokoh baru. Untuk itu, berikut ulasan selengkapnya tentang struktur cerpen yang dirangkum dari berbagai sumber. 

Pengertian Cerpen

Struktur Cerpen yang Wajib Diketahui, Lengkap dengan Contohnya

1. Menurut KBBI

Cerpen adalah cerita pendek yang berisi mengenai kisah cerita yang berisi tidak lebih dari 10 ribu kata. Biasanya, cerita yang ada dalam cerpen dapat memberikan kesan dominan dan berkonsentrasi dalam sebuah permasalahan satu tokoh. Menurut dia, dalam cerpen sangat jarang cerita sampai 100 halaman. 

2. Menurut Nugroho Notosusanto dalam Tarigan

Menurut Nugroho Notosusanto cerpen merupakan kisah cerita pendek yang dibuat dalam jumlah kata mulai dari 5000 kata dengan perkiraan 17 pp kuarto spasi ganda. Selain itu, kisah dalam cerita pendek hanya berpusat pada dirinya sendiri yang memiliki arti hanya pada satu tokoh saja. 

3. Menurut J.S Badudu

Sementara J.S Badudu mengatakan bahwa cerpen adalah sebuah cerita pendek yang lebih fokus dan berkonsentrasi pada sebuah peristiwa kejadian. Dalam peristiwa kejadian itu hanya menceritakan satu tokoh cerita saja. 

Struktur Cerpen

Ilustrasi membaca buku.

Pada cerita pendek biasanya, terdiri atas beberapa struktur yang dibutuhkan seperti elemen dasar dan tambahan abstrak. Struktur cerpen itu sangat dibutuhkan saat menyusun sebuah cerpen. Nah, berikut adalah beberapa struktur yang bisa membangun sebuah cerita pendek. 

1. Abstrak

Abstrak adalah pemaparan gambaran awal dari cerita yang dikisahkan. Dalam cerpen, abstrak biasanya dipakai sebagai pelengkap cerita. Sebab itu, abstrak memiliki sifat opsional atau bisa jadi tidak ada dalam cerpen tersebut. 

2. Orientasi

Dalam orientasi, cerpen biasanya menjelaskan mengenai latar cerita seperti waktu, suasana, tempat atau lokasi yang dipakai dalam penggambaran cerita pendek. 

3. Komplikasi

Komplikasi menjelaskan mengenai struktur yang berhubungan dengan pemaparan awal sebuah masalah yang dihadapi oleh tokoh. Watak dari tokoh juga dijelaskan dalam bagian ini. Selain itu, dalam komplikasi juga dijelaskan mengenai urutan kejadian yang berkaitan dengan sebab akibat. 

4. Evaluasi

Dalam bagian ini, terjadi sebuah konflik masalah yang semakin memuncak. Konflik berawal menuju bagian klimaks dan mendapatkan penyelesaian dari masalah yang sudah terjadi. 

5. Resolusi

Resolusi adalah bagian akhir permasalahan yang terjadi dalam cerpen. Dalam bagian ini ada penjelasan dari pengaran tentang solusi dari permasalahan yang terjadi pada tokoh.

6. Koda

Koda adalah nilai atau pesan moral yang ada dalam sebuah cerita pendek yang disampaikan oleh penulis kepada para pembaca. Pesan moral yang hendak disampaikan sesuai dengan jenis cerpen. 

Contoh Cerpen

Ilustrasi membaca buku.

Persahabatan Hancur Karena Cinta

Salah satu hal yang bisa membuat seseorang lupa akan segalanya yaitu Cinta. Cinta membuat kita rela berkorban apapun yang kita miliki. Untuk wanita, menurutku lebih baik mencintai daripada dicintai. Jangan berharap seseorang yang belum tentu mencintai kita, tetapi terima orang yang mencintai kita apa adanya. 

Karena mencintai tanpa dicintai seperti olahraga dengan jangka waktu lama tetapi tidak membuat kurus. Karena itu belajarlah mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Itu sedikit basa-basi dariku. 

Aku Amel, siswa kelas XI. Dulu aku selalu menolak dan mengabaikan orang-orang yang menyatakan cintanya kepadaku. Tetapi sekarang justru aku yang selalu diabadikan oleh orang yang aku cintai. 

Aku suka dengan teman sekelasku, namanya Ferdin , dia merupakan sahabat dekatku sejak lama. Awal diriku suka dengannya berawal saat aku kenalan dengannya dan berteman cukup akrab dan lama-lama dekat, sehingga sekarang diriku jatuh cinta. 

Oh iya, aku punya teman bernama Afni, dia temanku sejak SMP. Sedangkan Aku, Afni, dan Ferdin sudah berteman dekat sejak masuk SMA. 

Suatu waktu aku melihat Afni dan Ferdin bercanda bersama dan mereka terlihat akrab seperti orang pacaran. Jujur, akupun cemburu melihatnya tetapi aku masih menyembunyikan kecemburuan itu didepan Afni. 

Tetapi lama-lama rasa yang terpendam ini ingin dikeluarkan, akhirnya aku memutuskan untuk cerita ke Afni tentang perasaanku ke Ferdin.

“Af, aku mau ngomong sesuatu nih, tapi jangan ngomong ke siapa-siapa ya” “Kamu mau ngomong apa mel?” tanya Afni. 

“Jujur aku suka dengan Ferdin sejak lama, dan aku cemburu saat kamu dekat sama Ferdin!” Jawabku. 

“Kamu suka sama Ferdin? Serius mel?” Tanya Afni. 

“Iya, tapi kamu jangan bilang ke Ferdin ya” Ucapku. 

“Iya, maaf sebelumnya kalau aku udah bikin kamu cemburu” Jawab Afni. 

“Oke” Jawabku. 

Semakin lama aku semakin dekat dengan Ferdin, tetapi aku perhatikan bahwa Ferdin tidak akan pernah jatuh cinta denganku. Walau seperti itu, aku tetap berjuang sepenuh hati. Dan ternyata Afni juga suka dengan Ferdin. 

Akupun merasa kecewa setelah membaca buku diary tersebut, karena sahabat baikku ternyata suka dengan cowok yang sama denganku. Tetapi aku berfikir, rasa suka itu berhak untuk siapapun. 

Saat di taman sekolah, aku melihat Afni dan Ferdin sedang mengobrol. Mereka terlihat lebih serius daripada biasanya, akupun penasaran dan menguping percakapan mereka dibalik pohon. 

“Afni, aku suka sama kamu, kamu mau ngga jadi pacarku?” Tanya Ferdin. 

Afni kaget sekaligus bingung mendengar pertanyaan itu. Tetapi pada akhirnya Afni menerima tawaran itu dan mulai menjadi pacar Ferdin tanpa memikirkan perasaanku, sahabatnya sendiri. 

“Iya aku mau” Jawab Afni. 

Aku yang mendengarkan jawaban Afni langsung kaget dan keluar dari balik pohon, karena aku tak menyangka sahabatku akan tega melakukan hal itu. 

“Af, kamu pacaran sama Ferdin? Selamat ya kamu udah bikin aku sakit hati” 

Afni dan Ferdin kaget karena aku keluar dari balik pohon secara tiba-tiba dan langsung berkata seperti itu. 

“Maafin aku mel, tapi aku jujur cinta banget sama Ferdin” Jawab Afni. 

“Yaudahlah”, aku pergi meninggalkan Afni dan Ferdin. 

Aku pergi dengan perasaan campur aduk tidak karuan dan masih berpikir mengapa sahabatnya sendiri tega melakukan hal itu. Padahal afni tahu kalau diriku sudah lama mengejar Ferdin. 

Maka persahabatanku dengan mereka berdua hancur karena cinta. Disini aku memberi amanat bahwa utamakanlah sahabatmu daripada pacarmu, karena orang yang selalu hadir disaat kamu senang dan susah itu sahabat.

Artikel ini bersumber dari www.viva.co.id.