Bisnis  

Shiba Inu (SHIB) vs Dogecoin (DOGE): Siapakah yang Akan Memimpin di Periode Bull Run Berikutnya?

Shiba Inu (SHIB) vs Dogecoin (DOGE): Siapakah yang Akan Memimpin di Periode Bull Run Berikutnya?

cnbc-indonesia.com – Belum ada jawaban pasti tentang bagaimana nantinya memecoin populer Shiba Inu (SHIB) dan Dogecoin (DOGE) akan saling bersaing satu sama lain, jika bull run berikutnya tiba. Namun, ada beberapa faktor kuat yang dapat menjelaskan ke arah mana mereka akan bergerak. Salah satunya termasuk faktor pertumbuhan ekosistem.

Mari kita anggap saja bahwa bull market kripto berikutnya cepat atau lambat pasti akan tiba. Dalam skenario ini, perusahaan analitik Messari telah mengidentifikasi tujuh tren unik yang dapat segera mewujudkannya, yaitu aplikasi, tren sosial terdesentralisasi, tren game web3, tren baru layer 1 (L1), rollup Ethereum, dan berbagai faktor lainnya.

Banyak dari perkembangan ini mulai berjalan. Begitu juga dengan Shiba Inu, token yang terinspirasi dari anjing yang dibuat untuk mengisi celah fitur di proyek Dogecoin. Sementara DOGE sendiri awal mulanya muncul sebagai lelucon, tetapi sejak itu mereka justru memperoleh status meme berkat dukungan Elon Musk.

Menurut CoinGecko, sejak reli yang signifikan di tahun sebelumnya, SHIB terus anjlok hingga 87%. Padahal pada 28 Oktober 2021, SHIB berhasil mencetak level puncaknya di harga US$0,000086. Investor juga lebih realistis tentang ekspektasi mereka terhadap aset tersebut. Apalagi, aset tersebut juga telah anjlok bersama dengan pasar aset kripto lainnya.

Terlepas dari penurunan harga baru-baru ini, Shiba Inu sukses mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar ke-14, dengan nilai pasar sebesar US$6,11 miliar. Sebagai perbandingan, DOGE memiliki nilai pasar sebesar US$7,98 miliar, menjadikannya aset kripto terbesar kesepuluh. Sementara itu, sejak mencapai level tertinggi sepanjang masa di titik US$0,7315 pada 8 Mei 2021, harga dogecoin telah amblas sebesar 92%.

Pengembangan Ekosistem Shiba Inu dan Dogecoin

Sebagai aset yang beroperasi di atas jaringan blockchain Ethereum, maka Shiba Inu adalah aset yang kompatibel dengan ekosistem tersebut. Tujuannya, agar hubungannya dengan jaringan kripto terbesar kedua di dunia itu mampu menarik minat para developer dan pengguna untuk berinvestasi di SHIB.

Apakah ada cara yang lebih baik untuk mewujudkannya, selain mengirim co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, setengah dari pasokan awal token SHIB yang berjumlah satu kuadriliun tersebut? Setelah itu, Buterin pun segera menjual SHIB senilai sekitar US$1 miliar dan menyumbangkannya ke relief fund pandemi India.

Sisanya, sekitar 40%, ia kirim ke wallet yang disebut “dead” atau dengan kata lain membakarnya (burn). Tak ayal, koneksinya dengan Buterin berhasil membantu Shiba Inu mendapatkan perhatian publik. Namun, SHIB masih belum tumbuh pada skala yang sesuai dengan harapan kreator pseudonimnya, yaitu Shytoshi Kusama.

Ekosistem Shiba Inu sendiri menggunakan mekanisme pembakaran (burning) sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan harga tokennya, serta mengungguli Dogecoin. Menurut data dari Shib Burn, sampai saat ini, sudah ada lebih dari 410 triliun SHIB yang telah melalui tahap burning.

Sebagaimana yang dilakukan Buterin, SHIB menghancurkan koin-koin tersebut dengan mengirimkannya ke “dead wallet”. Pembakaran itu bertujuan untuk mengurangi pasokan dan meningkatkan jumlah permintaan, dengan harapan bahwa strategi tersebut akan mampu mendongkrak harga SHIB sendiri. Lalu, mengingat besarnya jumlah pasokan aset yang SHIB miliki, artinya lebih banyak juga proses burning yang harus mereka lakukan.

Sebagai perbandingan, Dogecoin sendiri tidak menggunakan mekanisme burning. Artinya, alih-alih memanfaatkan kelangkaan, pasokan DOGE justru tidak terbatas. Hal ini membuat koin tersebut memiliki sifat inflasi. Akibatnya, hal ini adalah faktor yang berpotensi mempengaruhi nilainya secara negatif dari waktu ke waktu.

Tapi, sebaliknya, komunitas Dogecoin sendiri tidak menganggapnya demikian. Menurut situs web Dogecoin, “Dogecoin tidak memerlukan strategi pemasaran coin burning yang token baru dan chain lain coba terapkan untuk menaikkan harga mereka secara artifisial.”

SHIB versus DOGE: Mana yang Lebih Unggul?

Pada pertengahan bulan Agustus, SHIB melonjak lebih dari 42% dalam satu hari. Sayangnya,, mereka terpaksa kehilangan semua kenaikannya itu pada akhir bulan yang sama. Walau begitu, Shiba Inu baru saja meluncurkan game Shiba Eternity pada 6 Oktober. Dengan demikian, agenda itu berpotensi besar untuk menjadi katalis utama yang mampu mengantarkan memecoin tersebut ke arah bullish.

Game tersebut merupakan bagian dari perkembangan besar dalam jaringan Shiba Inu. Sementara itu, Shibarium, yakni solusi layer 2 (L2), kabarnya sedang berupaya untuk membantu meningkatkan fungsionalitas dengan membuat transaksinya menjadi lebih murah.

Shiba Inu sendiri sudah mengoperasikan decentralized exchange (DEX), memungkinkan pengguna untuk bertransaksi secara peer-to-peer. Mereka akan melakukan upgrade pada DEX tersebut ke ShibaSwap 2.0.

Di sisi lain, saat ini timnya juga sedang menjalankan rencana untuk proyek metaverse yang merupakan bagian dari rencana besar proyek untuk membawa lebih banyak pengguna untuk mendukung permintaan SHIB dan menaikkan harganya.

Sebaliknya, Dogecoin belum menyediakan DEX sampai sekarang.

Yohannes Christian, seorang analis riset di bursa kripto Bitrue, mengatakan kepada BeInCrypto, “Meskipun kedua koin [tersebut] kemungkinan besar masih akan berkembang, pendapat pribadi saya merasa SHIB [akan] memenangkan kompetisi [tersebut].”

Christian menekankan, “Hal ini karena fundamental token tersebut. Ketika DOGE memiliki mainnet sendiri, SHIB dibangun di atas Ethereum, dan kecepatan transaksi serta biayanya kemungkinan akan menjadi lebih efisien di masa depan.”

“Tokenomics SHIB yang memiliki batas dan [bersifat] deflasi dengan pembakaran dari komunitas serta kemitraan merchant, menjadikannya sebagai komoditas. Jadi, nilainya kemungkinan akan meningkat seiring waktu. Di saat yang sama, DOGE adalah token reward [bersifat] inflasi bagi penambangnya, dengan tingkat inflasi sekitar 4% per tahun.”

“Harga SHIB kemungkinan besar akan memiliki momentum yang lebih tinggi di bull run berikutnya,” tutur Christian. Hal itu berkat rumor yang beredar bahwa Shibarium dan metaverse-nya akan memiliki mekanisme pajak burn hingga 5% dari transaksi.

Kepemilikan Aset Whale

Dalam sektor kripto, whale memiliki peran yang cukup penting dalam sebuah ekosistem. Oleh karena itulah, para holder dan platform pelacak selalu mencari whale terbesar di setiap proyek kripto.

Dorongan ini tentunya memberikan keuntungan pada Dogecoin. Pasalnya, aset ini merupakan kegemaran Elon Musk, yang notabene adalah orang terkaya di dunia. Di Twitter, sosok bos Tesla dan SpaceX itu sering kali secara rutin menunjukkan antusiasmenya terhadap koin yang terinspirasi dari anjing itu.

Musk diyakini sebagai salah satu whale terbesar di Dogecoin. Terlebih lagi, pada saat yang sama, Musk menyangkal bahwa dirinya memiliki SHIB. Tentu saja, pernyataan itu adalah pukulan telak bagi aset yang sempat memproklamirkan diri sebagai “Dogecoin killer” tersebut. Namun, sebagian analis percaya bahwa cuitan Musk tentang Dogecoin hanya berdampak kecil pada harga DOGE di pasar.

Musk mengatakan bahwa meskipun Dogecoin awalnya dibuat hanya sebagai “lelucon konyol, [aset] itu lebih cocok [digunakan] untuk transaksi” ketimbang Bitcoin. Sejak itu, Tesla pun mulai menerima DOGE sebagai salah satu metode pembayaran untuk beberapa barang dagangannya.

Di sisi lain, para whale Ethereum sendiri menyukai Shiba Inu. Menurut WhaleStats, 100 holder SHIB teratas (tidak termasuk alamat bursa dan wallet proyek) juga memegang Ethereum (ETH). Dari daftar holder aset terkaya, sekitar sembilan wallet memiliki lebih dari 1% dari pasokan SHIB yang beredar.

Secara keseluruhan, 100 wallet Shiba Inu teratas memiliki 20% dari total pasokan. Rata-rata, setiap wallet menampung 1.955 miliar SHIB dengan nilai lebih dari US$21 juta. Jumlah tersebut secara total bernilai lebih dari US$2,1 miliar. Tampaknya, tidak ada satu pun whale yang memonopoli pasar. Buktinya, tidak ada yang memegang lebih dari 10% dari pasokan yang beredar.

Bagaimana pendapat Anda tentang persaingan antara SHIB dan DOGE? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!