Bisnis  

Reserve Bank of Australia (RBA) Terbitkan Whitepaper Proyek Percontohan CBDC

Reserve Bank of Australia (RBA) Terbitkan Whitepaper Proyek Percontohan CBDC

cnbc-indonesia.com – Data dari CBDC Tracker menunjukkan bahwa Australia kini termasuk sebagai salah satu dari total 97 negara yang resmi meluncurkan program riset dan/atau proyek percontohan central bank digital currency (CBDC).

Reserve Bank of Australia (RBA), dalam kolaborasinya bersama Digital Finance Cooperative Research Center (DFCRC), telah menerbitkan sebuah whitepaper yang menyajikan informasi terperinci mengenai konsep proyek tersebut. Sesuai rincian pada whitepaper, tujuan dari proyek percontohan CBDC tersebut adalah untuk mendalami use case inovatif yang mampu dihasilkan.

Sementara itu, CBDC Australia, yang saat ini disebut eAUD, sedang mempertimbangkan untuk mengimplementasikan use case dalam model grosir dan juga ritel. Di samping itu, mereka pun menjelajahi terkait model bisnis apa saja yang bisa mendapatkan benefit dari mata uang digital ini.

Pihak yang nantinya bertugas menguji use case tersebut adalah para aktor yang ada di industri itu sendiri. Dengan catatan, mereka tidak akan mendapat akses untuk menggunakan “smart code atau contract” apa pun yang ada di platform CBDC. Nantinya, lembaga keuangan, perusahaan teknologi keuangan, badan sektor publik dan penyedia teknologi juga akan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap partisipan tetap patuh dengan semua pedoman peraturan (kepatuhan). Tidak ketinggalan, partisipan juga wajib untuk membayar biaya yang telah dikenakan dalam proses uji coba tersebut.

Di sisi lain, program riset Digital Finance Cooperative Research Center (DFCRC) sebenarnya sudah memperoleh suntikan dana dari pemerintah Australia sendiri. Kini, total pendanaan yang terkumpul sudah sebesar US$180 juta.

Pada bulan September 2022, seorang Senator Liberal Australia, yaitu Andrew Bragg, telah memperkenalkan rancangan undang-undang untuk meregulasikan aset kripto di negara tersebut. Kala itu, ia menjelaskan bahwa “Australia [masih] tertinggal dalam [hal] perlindungan konsumen dan promosi investasi.”

Apa Saja yang Akan Diteliti dalam Proyek Percontohan CBDC Australia?

Secara garis besar, proyek percontohan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai use case yang berpotensi dihasilkan melalui implementasi CBDC itu. Proyek tersebut juga bertujuan untuk menggali apa saja manfaat CBDC Australia di bidang ekonomi. Lebih lanjut, proyek ini juga akan menyelidiki isu-isu politik dan regulasi yang memiliki keterkaitan dengan operasi proyeknya tersebut.

Singkatnya, gagasan inti dari program ini adalah untuk mengidentifikasi “raison d’etre” dari CBDC. Selain itu, juga untuk mencari tahu apakah Australia sebagai sebuah negara, benar-benar membutuhkan kehadiran CBDC.

“Investigasi RBA terhadap CBDC tidak bermaksud untuk mendisrupsi akses ke uang tunai [sedikitpun]. RBA berkomitmen untuk memastikan bahwa warga Australia [akan] terus memiliki akses yang baik ke uang tunai selama masyarakat membutuhkan atau ingin menggunakannya.”

Menurut dokumen yang mereka terbitkan, platform eAUD berniat untuk bersikap netral mengenai teknologi dan jaringan yang para penyedia use case gunakan ketika berinteraksi dengannya.

“Use case percontohan dapat diimplementasikan pada platform teknologi tradisional atau platform teknologi Decentralized Ledger Technology (DLT) publik maupun swasta yang paling cocok dengan use case dan preferensi vendor.”

Di sisi lain, program percontohan ini beroperasi di atas jaringan Ethereum dengan versi yang bersifat pribadi dan juga permissioned. Menariknya, proyek ini ternyata sudah berlangsung sejak bulan Juli 2022 lalu, dan rencananya akan selesai pada pertengahan tahun 2023 mendatang.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!