Bisnis  

Perubahan Perilaku Short-term Holder Bitcoin Tunjukkan Tren Bullish

Perubahan Perilaku Short-term Holder Bitcoin Tunjukkan Tren Bullish

cnbc-indonesia.com – — Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kinerja terbaiknya pekan ini dengan sedikit menyentuh titik psikologis $25.000. Titik tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah dicapai sejak Juni 2022.

Kenaikan yang pesat ini diyakini menjadi sinyal bahwa Bitcoin sedang menuju fase bullish. Ternyata, sentimen tersebut tidak hanya ditunjukkan oleh pergerakan harga, tetapi juga perilaku investor.

Dalam laporan terbarunya dengan judul ‘Investor Turning Point’ yang dirilis 20 Februari 2023, platform analitik on-chain Glassnode mengungkapkan adanya perubahan perilaku/behaviour investor dalam beberapa waktu terakhir ini, yang menunjukkan bahwa pasar saat ini sedang menuju siklus baru.

Perubahan yang paling terlihat adalah perilaku kelompok pemegang Bitcoin jangka pendek atau short-term holder (STH). Investor yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang memegang kripto kurang dari 155 hari.

Pada 2022, STH biasanya enggan melakukan HODL dan akan langsung menjual koin yang baru mereka beli. Perilaku semacam ini biasanya terjadi saat bear market, karena mereka tertekan dengan harga yang terus turun sehingga merasa harus menjual kepemilikannya dengan cepat.

Sementara pada 2023, kelompok ini terpantau melakukan HODL sedikit lebih lama sebelum akhirnya menjual kripto mereka. Menurut Glassnode, perubahan perilaku ini menunjukkan tren bullish karena para STH itu memilih untuk menunggu harga naik untuk mendapatkan untung lebih.

Sentimen bullish juga dilihat dari banyaknya STH yang mendulang untung setelah menjual kriptonya di exchange pada tahun ini. Keuntungan STH dari hasil konsolidasi bear market ini membentuk pola yang sama dengan beberapa siklus bear-bull market sebelumnya.

Kerugian LTH Berkurang Turun Drastis

Kelompok investor pemegang Bitcoin jangka panjang atau long-term holder (LTH) menjadi kelompok yang paling menderita sepanjang bear market 2022. LTH adalah investor yang menyimpan Bitcoin lebih dari 155 hari.

Menurut data Glassnode, kerugian LTH mencapai puncaknya pada pertengahan Januari 2023 dengan dominasi 58%. Namun, angka itu telah menurun saat ini menjadi 21%.

Inskripsi Ordinals Melambat

Glassnode mengungkapkan, gelombang Inskripsi Ordinal mulai menunjukkan perlambatan laju di blockchain Bitcoin. Sejak awal Februari 2023 lalu, platform analitik Dune mencatat, sudah ada lebih dari 150.000 inskripsi di jaringan tersebut.

Perlambatan ini terlihat dalam adopsi Taproot yang juga menurun hingga 65% dari all-time high (ATH)-nya pekan lalu. Taproot adalah jenis skrip Bitcoin terbaru yang dapat memfasilitasi transaksi yang lebih privat dan aman, sekaligus meningkatkan skalabilitas.

Inskripsi adalah kemampuan menyimpan data dan minting konten (seperti nonfungible token/NFT) di jaringan Bitcoin. Inskripsi tidak memerlukan BTC dalam jumlah besar, hanya sekitar 10 sats atau 0,00010000 BTC.

Meski volume transfer BTC-nya hanya sedikit, Inskripsi nyatanya tetap berpengaruh pada ukuran block Bitcoin. Setelah ada Ordinals, ukuran rata-rata block yang ditambang naik dari 1,5 megabyte menjadi 2,0-2,5 megabyte.

Membaca Pergerakan BTC dalam Sinyal Bullish dan Bearish

In “Analisis Pasar Kripto”

FTX Mulai Dilupakan, Outflow Bitcoin dari Exchange Kembali ke Titik Terendah

In “Exchange”

Pakar Bloomberg Ramal BTC Bullish di ATH 100.000 Dolar, Saatnya Serok?

In “Analisis bitcoin”

error: Content is protected !!