Bisnis  

Pecahkan Rekor, Provinsi Fujian Cina Jadi yang Pertama Transfer Tanah Memakai Yuan Digital

Pecahkan Rekor, Provinsi Fujian Cina Jadi yang Pertama Transfer Tanah Memakai Yuan Digital

cnbc-indonesia.com – Baru-baru ini, Fuzhou University of International Studies and Trade telah membayar biaya transfer tanah pertamanya dalam CBDC yuan digital senilai 51 juta yuan.

Menurut laporan yang terbit pada 9 Oktober, provinsi Fujian yang terletak di Cina telah melakukan transfer tanah menggunakan yuan digital untuk pertama kalinya. Dalam transfer tersebut, The Fuzhou University of International Studies and Trade membayarkan sebesar 51 juta yuan untuk mendapatkan sebidang tanah melalui Bank Pertanian Cina.

Transaksi ini adalah yang pertama kalinya terjadi di provinsi Fujian. Jadi, tidak heran jika hal ini menandai satu lagi bentuk kemajuan dari mata uang digital bank sentral (CBDC) Cina. Tidak berhenti sampai di situ, Bank Pertanian Cina cabang Fujian juga telah menyelesaikan pembayaran pajak di Fujian menggunakan CBDC. Selain itu, CBDC juga menjadi titik layanan keuangan inklusif lepas pantai pertama serta telah digunakan dalam “banyak skenario demonstrasi awal lainnya.”

Menurut pejabat di kota tersebut, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan penggunaan CBDC. Untuk mencapai tujuan itu, pihaknya sedang dalam proses mempersiapkan sepuluh langkah kebijakan demi mempercepat promosi aset digital tersebut. Dalam waktu dekat, provinsi Fujian juga berencana menambahkan use case baru ke dalam CBDC yuan digital.

Di sisi lain, baru-baru ini otoritas di Cina telah berhasil menghentikan operasi pencucian uang senilai 200 juta yuan di Fujian yang melibatkan CBDC. Menurut laporan, pelaku menggunakan dana tersebut untuk aktivitas “perjudian di luar negeri, penipuan elektronik, dan kegiatan kriminal lainnya.”

Yuan Digital Sukses Tarik Minat Masyarakat

Program percontohan CBDC Cina terus berkembang pesat, dan sejumlah provinsi baru telah ditambahkan ke dalam daftar tersebut. Menurut laporan, bulan Juli 2022 telah berhasil mencatat lebih dari 264 juta transaksi yang melibatkan yuan digital. Terlebih lagi, jumlah merchant yang menerima pembayaran menggunakan yuan digital kini telah melampaui angka 4,5 juta.

Pemerintah bertekad menerapkan CBDC di seluruh penjuru negeri, dengan menjadikan integrasi antara norma dan standar sebagai prioritas utamanya. Sejauh ini, sedikitnya 15 provinsi telah bergabung untuk terlibat dalam program uji coba. Menurut perkiraan, jumlah tersebut akan terus meningkat signifikan di kemudian hari. Sampai saat ini, volume yuan digital berhasil melampaui US$15 miliar pada tahun 2022, dan angka tersebut berpotensi akan terus naik seiring berjalannya waktu.

Sektor Blockchain di Cina Tumbuh Pesat

Tidak butuh waktu lama, yuan digital mampu memantapkan dirinya sebagai salah satu CBDC paling terkenal saat ini. Sejalan dengan meningkatnya popularitas tersebut, tidak sedikit negara lain yang telah memperhatikan penggunaannya dan menyatakan pendapat mereka tentang hal itu. Terlebih lagi, Cina juga berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan privasi seiring dengan meningkatnya adopsi tersebut.

Tak hanya itu, ternyata Cina juga telah mengajukan sejumlah aplikasi paten bersamaan dengan percepatan adopsi yuan digital. Meskipun negara ini memiliki aplikasi paten terbanyak di dunia untuk teknologi blockchain, faktanya baru 19% dari aplikasi tersebut yang berhasil disetujui.

Di sisi lain, saat ini negara-negara lain juga tengah mengembangkan CBDC mereka masing-masing. Korea Selatan, India, dan Swedia adalah tiga negara yang telah menyatakan minat yang kuat terhadap teknologi tersebut.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!