cnbc-indonesia.com1. Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono

Heru Budi Hartono diketahui mengantongi kekayaan sebesar Rp25,8 miliar. Kekayaan tersebut dirinci sebagai belasan tanah dan bangunan dengan nilai Rp16,2 miliar yang tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bekasi, dan Bogor. Di samping itu, Heru juga memarkir tujuh kendaraan di garasinya yang jika ditotal bisa menyentuh Rp952 juta.

Kendaraan yang dimiliki Heru adalah dua unit motor Honda masing-masing keluaran 2003 dan 2018. Satu motor lainnya Harley Davidson produksi 202o. Heru juga memiliki tiga unit mobil yakni Suzuki Escudo (1996), Toyota Hilux (2015), dan Mobil Suzuki Jimny (2019). Kendaraan terakhir berupa sepeda Brompton diproduksi pada 2020.

Selain kendaraan, Heru juga memiliki harta bergerak lainnya Rp416,3 juta, surat berharga Rp3,69 juta, lalu kas dan setara kas Rp8,68 miliar. Utang Heru tercatat Rp500 juta.

2. Deputi IV Kantor Staf Presiden, Juri Ardiantoro

Juri Ardiantoro diketahui memiliki kekayaan Rp13,8 miliar pada 2020 silam. Deputi IV Kantor Staf Presiden ini diketahui memiliki 13 unit lahan dan bangunan yang mendominasi kekayaannya yakni sebesar Rp12,2 miliar. Aset tersebut tersebar di Kabupaten Brebes, Bogor, Pandeglang, dan Jakarta Timur.

Juri yang diketahui pernah menjadi Ketua KPU DKI Jakarta 2008 ini juga memiliki dua unit kendaraan yakni Honda Freed 2015 dan Toyota Fortuner 2017 yang jika ditotal nilainya mencapai Rp545 juta. Terakhir Juri tercatat memiliki harta bergerak lainnya Rp67,3 juta dan kas serta setara kas Rp375 juta. Tidak ada utang maupun surat berharga.

3. Sekda DKI Jakarta, Marullah Matali

Marullah Matali tercatat mengantongi kekayaan Rp4,35 miliar di tahun 2020. Kekayaan ini didominasi oleh lahan dan bangunan senilai lebih dari Rp4 miliar yang tersebar di Bogor, Bandung, Tangerang Selatan, dan Jakarta Selatan. Empat unit kendaraan milik Marullah yakni tiga unit sepeda motor dan mobil Toyota Fortuner senilai dengan Rp223 juta.

Marullah juga memiliki harta bergerak lainnya Rp439,8 juta, kemudian kas dan setara kas senilai Rp129 juta. Dia tidak tercatat mempunyai surat berharga dan harta lainnya, namun utangnya mencapai Rp1,096 miliar.