Bisnis  

Harga Dogecoin (DOGE) Sudah Siap Cetak Rekor Baru, tapi Kapan Akan Terwujud?

cnbc-indonesia.com – Harga Dogecoin (DOGE) telah berhasil mencetak titik tertinggi tahunan yang baru pada 22 Januari lalu. Namun, indikator wave count menunjukkan bahwa bagian pergerakan yang mengarah ke atas sebelumnya telah rampung.

Harga Dogecoin terpantau sudah mengalami kenaikan sejak tanggal 30 Desember lalu. Selanjutnya, aset meme coin ini berhasil menjebol garis descending resistance pada 2 Januari. Sebelumnya, garis tersebut sudah ada sejak awal November 2021 lalu. Alhasil, jika nantinya terjadi aksi breakout dari garis tersebut, akan menyebabkan reli harga yang berkelanjutan. Terlebih lagi, breakout tersebut juga digabungkan dengan pergerakan indikator RSI harian di atas 50, dan ini menjadi sinyal tambahan dari sebuah skenario tren bullish.

Sebenarnya, DOGE sempat mencapai harga dengan ketinggian yang sama pada 14 dan 22 Januari, tetapi yang terakhir kali adalah harga tertingginya. Jika aksi kenaikannya berlanjut, titik resistance terdekatnya akan berada pada harga rata-rata US$0,098 yang merupakan level retracement resistance Fib 0,382 dari seluruh downtrend-nya.

Bagaimana Prediksi Harga Dogecoin (DOGE) di Februari?

Analisis teknikal dari time frame enam jamnya ternyata mengindikasikan prospek yang lebih bearish. Selain itu, indikator wave count menunjukkan bahwa harga Dogecoin telah menyelesaikan aksi kenaikan lima gelombang (hitam). Di samping wave count, bearish divergence RSI (garis hijau) selama 24 jam terakhir juga mendukung proyeksi ini. Namun, masih belum ada kepastian mengenai apakah pergerakan ini merupakan gelombang satu dari aksi kenaikan lima gelombang jangka panjangnya (putih) ataukah justru gelombang A dari koreksi A-B-C (hitam).

Seberapa tajam penurunan harga berikutnya nanti akan sangat membantu dalam mengonfirmasi manakah count atau perhitungan yang benar.

Jika harga DOGE ternyata ambruk di bagian bawah sub-wave empat (garis merah) dan level retracement support Fib 0,618 pada rata-rata US$0,077, maka akan menunjukkan bahwa pergerakan tersebut adalah gelombang A (hitam). Di sisi lain, jika terjadi aksi pemantulan harga sebelum mencapai level ini, maka kondisi tersebut akan mendukung prospek yang lebih bullish dari aksi kenaikan lima gelombangnya yang lebih besar (putih). Seihngga, rangkaian skenario ini akan bisa memberikan prediksi harga yang bullish bagi Dogecoin untuk bulan Februari.

Peningkatan harga di atas titik tertinggi pada 22 Januari di level US$0,093 akan menajdi pertanda bahwa aksi naiknya akan berlanjut tanpa adanya retracement sama sekali. Sementara itu, jika nanti terjadi aksi turun di bawah titik terendahnya pada 30 Desember yang berada di level US$0,066, hal ini akan membuat analisis harga DOGE yang bullish menjadi sepenuhnya tidak valid.

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya, prediksi harga Dogecoin yang paling mungkin terjadi untuk bulan Februari adalah munculnya retracement di awal yang kemudian diikuti oleh aksi kenaikan harga. Kenaikan harga di atas level US$0,093 akan menandakan bahwa retracement tersebut selesai. Sedangkan, aksi turun di bawah level US$0,063 akan menjadi indikasi bahwa trennya masih bearish.

Skenario yang pertama kemungkinan besar akan mengantarkan harga DOGE ke titik tertinggi yang mendekati level $0,111. Sementara itu, skenario yang kedua berpotensi mengirimkan harga DOGE terjun ke level US$0,057, yaitu harga terendahnya di tahun ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang proyeksi harga Dogecoin (DOGE) ke depannya? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

error: Content is protected !!