Bisnis  

Gagal Bayar Utang Senilai US$3,4 Juta, Blockwater Dinyatakan Default oleh TrueFi

Gagal Bayar Utang Senilai US,4 Juta, Blockwater Dinyatakan Default oleh TrueFi

cnbc-indonesia.com – Blockwater Technologies, firma investasi asal Korea Selatan, dinyatakan default alias gagal bayar oleh perusahaan penyedia pinjaman dalam bentuk kripto TrueFi. Hal ini terjadi setelah Blockwater tidak berhasil memenuhi kewajiban untuk membayar utang jatuh tempo senilai 3,41 juta BUSD atau sekitar US$3,4 juta.

Pernyataan default tersebut dirilis pada tanggal 6 Oktober lalu dan sampai saat ini kedua pihak masih dalam tahap diskusi secara aktif untuk memaksimalkan pemulihan, baik itu atas nama kreditur ataupun pemangku kepentingan. Dari total utang yang dimiliki Blockwater, mereka telah menyelesaikan pembayaran dengan total dana sebesar US$645.405 dari sisa utang sebesar US$2,96 juta saat diumumkan default.

Diakui TrueFi, ini merupakan pertama kalinya mengeluarkan pernyataan default pada kliennya. Meski begitu, mereka tetap bergerak waspada dan proaktif dengan para lender untuk memastikan bahwa permintaan laporan dan juga kepatuhan tetap terpenuhi di tengah kondisi pasar yang menantang.

“Default Blockwater tidak memengaruhi pemberi pinjaman di kumpulan pinjaman stablecoin TrueFi, yaitu USDC, TUSD, dan USDT, atau portofolio pasar modal TrueFi mana pun,” jelas mereka dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, TrueFi menjelaskan bahwa jumlah pinjaman yang dinyatakan default mewakili sekitar 2% dari total nilai pinjaman secara keseluruhan. Ditambah, sampai saat ini mereka juga secara aktif melakukan restrukturisasi untuk memaksimalkan pemulihan bagi lender BUSD yang terdampak.

Telah Salurkan Pinjaman Lebih dari US$1,7 Miliar

Sampai saat ini, TrueFi mengklaim telah menyalurkan pinjaman tanpa jaminan sebesar US$1,7 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak US$1,5 miliar telah berhasil dibayarkan dari 136 pinjaman dengan total bunga pinjaman sebesar US$34,34 juta.

“Saat ini TrueFi memfasilitasi hampir US$140 juta untuk 10 pinjaman. Nilai pinjaman bisa terus bertahan dalam posisi uang kuat karena adanya dukungan dari kreditur utama,” ungkap pihak TrueFi.

Peristiwa yang menimpa Blockwater mengingatkan akan proses jatuhnya hedge fund kripto Three Arrows Capital (3AC) yang dinyatakan default pada Juli lalu atas pinjaman bernilai US$670 juta kepada Voyager Digital.

Kala itu, Voyager Digital mengeluarkan pemberitahuan yang menyatakan bahwa 3AC gagal membayar kembali pinjaman sebesar US$350 juta dalam stablecoin USDC dan 15.250 BTC senilai US$323 juta. Besarnya nilai pinjaman 3AC turut membuat likuiditas Voyager terguncang. Saat ini, mereka juga termasuk dalam perusahaan kripto yang mengajukan kebangkrutan selain 3AC dan Celsius.

Wintermute Miliki Utang Jatuh Tempo kepada TrueFi

Meskipun nilai pinjaman Blockwater sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah pinjaman 3AC atau Celsius, tetapi dalam kondisi pasar yang serba menantang seperti sekarang, hal ini bisa jadi merupakan indikasi bahwa industri ini, khususnya para pelakunya, belum sepenuhnya bangkit.

Ditambah lagi, terdapat salah satu debitur TrueFi yang memiliki utang jatuh tempo dalam bentuk USDT pada 15 Oktober mendatang. Pihak tersebut adalah Wintermute yang memiliki utang sebesar US$92 juta.

Namun, perlu diingat, Wintermute beberapa waktu lalu mengalami peretasan yang mengakibatkan kerugian sebesar US$160 juta. Meski begitu, mereka mengklaim masih memiliki kemampuan untuk memenuhi utang jangka panjang dan kewajiban keuangan lainnya.

“Kami ‘masih bisa bertahan’ dengan 2 kali lebih dari jumlah dana itu dalam ekuitas yang tersisa,” jelas CEO Wintermute, Evgeny Gaevoy.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa jika kreditur merasa lebih aman untuk menarik kembali pinjamannya, Wintermute dapat melakukannya sesuai permintaan.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!