Bisnis  

FTX dalam Pembicaraan untuk Kumpulkan Modal Segar hingga US$1 Miliar

FTX dalam Pembicaraan untuk Kumpulkan Modal Segar hingga US Miliar

cnbc-indonesia.com – FTX, crypto exchange yang dipimpin Sam Bankman-Fried (SBF), dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan para investor untuk mengumpulkan pendanaan baru hingga US$1 miliar yang akan menjaga valuasi perusahaan sekitar US$32 miliar.

Informasi ini dilaporkan oleh CNBC pada hari Rabu (21/9) mengutip dari orang-orang yang mengetahui persoalan tersebut. Negosiasi sedang berlangsung dan persyaratannya bisa berubah, kata sumber tersebut yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, karena pembicaraan itu bersifat rahasia.

Sebelumnya pada 16 September lalu, ada pula laporan yang menyebutkan bahwa FTX ingin mengumpulkan pendanaan terbaru untuk mendanai aksi akuisisinya. FTX sedang mengevaluasi beberapa kandidiat yang beberapa di antaranya adalah perusahaan yang mengoperasikan platform perdagangan ritel. Negosiasi sedang dalam tahap awal. Jika pembicaraan akuisisi gagal, kemungkinan kecil FTX akan mengumpulkan pendanaan dari para investornya.

Kedua laporan tersebut sama-sama melaporkan bahwa rencana penggalangan dana terbaru akan menilai perusahaan FTX senilai US$32 miliar. Angka valuasi ini muncul ketika FTX mengantongi pendanaan Seri C sebesar US$400 juta pada Januari 2022.

Deretan Perusahaan yang Berpotensi Dikuasai FTX

Sejumlah modal baru, yang diperkirakan akan di atas US$400 juta, akan digunakan untuk mendorong lebih banyak pembuatan kesepakatan seperti investasi atau akuisisi.

Pada awal Juli lalu, FTX menandatangani kesepakatan yang memberikan opsi untuk membeli crypto lending platform BlockFi. Kemudian, jelang akhir bulan Juli, FTX dikabarkan sedang dalam diskusi untuk mengakuisisi crypto exchange Bithumb yang beroperasi di market Korea Selatan.

Tidak hanya itu, FTX juga menawar untuk membeli aset Voyager, namun tawaran tersebut ditolak mentah-mentah. Menariknya, Alameda Research, yang notabene adalah perusahaan perdagangan kripto kuantitatif terafiliasi dengan SBF, rupanya menjadi pemberi pinjaman, peminjam, dan pemegang saham utama Voyager.

Mundur pada Juni lalu, Bloomberg melaporkan bahwa FTX mencoba untuk membeli platform perdagangan saham & kripto Robinhood. Meskipun SBF memiliki 7,6% saham di sana, mereka telah membantah adanya diskusi aktif yang sedang berlangsung.

Pendapatan Perusahaan Melonjak Lebih dari 1.000%

CNBC pada 20 Agustus lalu melaporkan bahwa selama puncak bull market kripto pada tahun 2021,pendapatan FTX melonjak lebih dari 1.000% menjadi US$1,02 miliar dibandingkan US$89 juta pada tahun sebelumnya. Laba bersih FTX menyentuh US$388 juta pada 2021, naik dari hanya US$17 juta pada tahun 2020.

Momentum berlanjut pada kuartal I/2022 ketika FTX memperoleh pendapatan US$270 juta dan disebut berada di jalur untuk menghasilkan pendapatan sekitar US$1,1 miliar pada tahun 2022.

Namun, segera setelah itu, crypto winter segera datang pada kuartal II/2022 yang memicu turunnya harga di hampir semua aset kripto, kehancuran sejumlah proyek kripto, terjadi krisis likuiditas, hingga efisiensi bisnis yang memicu pemangkasan karyawan.

Dengan keinginan menggalang modal baru untuk melakukan sejumlah akuisisi atau investasi di sejumlah entitas lain, SBF bertaruh bahwa market kripto akan rebound dan dia akan siap untuk menangkap sebagian besar keuntungan ketika itu terjadi.

Robinhood Target Utama Akuisisi FTX?

Berselang beberapa hari kemudian, Forbes bertanya, “Mengapa beredar laporan keuangan FTX dengan pertumbuhan yang mencengangkan serta ada kabar bahwa eksekutif crypto exchange ini bertemu dengan para investornya untuk mencoba menambah modal baru, jika bisnisnya menghasilkan keuntungan dan telah dibanjiri uang tunai lebih dari US$2 miliar?”

Menurut sumber Forbes, kemungkinan yang masuk akal adalah FTX sedang mempersiapkan sebuah akusisi yang lebih besar dari kesepakatan yang pernah dibuatnya.

Robinhood dinilai menjadi target itu karena prioritas utama SBF adalah ekspansi ke Amerika Serikat (AS) dengan lebih banyak pelanggan ritel. Berdasarkan laporan keuangan pada 2021, FTX US diketahui hanya menghasilkan kurang dari 5% dari total pendapatan FTX.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!