Bisnis  

Deretan Bisnis Klan Sutowo yang Nyaris Tumbang

cnbc-indonesia.com – JAKARTA – Penutupan Hard Rock Cafe Jakarta hingga pengambilalihan Hotel Sultan secara tidak langsung mengaitkan sejumlah nama dari klan Sutowo.

Klan Sutowo ini bermula dari Ibnu Sutowo yang merupakan tokoh militer di era Soeharto, yang juga pernah menjadi tokoh pengembang Pertamina.

Dua anaknya, memiliki bisnis yang sukses. Pertama, Adiguna Sutowo, dikenal sebagai pendiri PT Mugi Restu Abadi alias MRA Group dan Pontjo Sutowo, pengendali Hotel Sultan.

Saat ini, kepemilikan MRA Group telah diserahkan ke anak Adiguna Sutowo yaitu Maulana Indraguna Sutowo, suami dari Dian Sastro.

Sementara, Pontjo Sutowo mengendalikan Hotel Sultan.

Saat ini, pemerintah mengumumkan akan mengelola secara penuh Hotel Sultan setelah memenangkan gugatan putusan peninjauan kembali atau PK atas sengketa lahan Blok 15 Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) atau bangunan Hotel Sultan dari PT Indobuildco.

Kedua bisnis itu kini sedang ramai dibahas karena Hard Rock Cafe dikabarkan akan tutup pada 31 Maret 2023, sedangkan Hotel Sultan diambilalih negara karena selama 16 tahun tidak membayar royalti atas pengelolaan Hotel Sultan pada negara.

Berikut bisnis klan Sutowo yang kini nyaris tumbang dan berada di ujung tanduk.

1. Hotel Sultan

Di luar kendali MRA Group, Hotel Sultan yang dikelola oleh Pontjo Sutowo tengah mengalami permasalahan.

Melalui perusahaannya PT Indobuildco, hotel yang mempunyai ballroom terbesar tersebut diambil alih karena tidak membayar royalti, bunga, dan denda atas hak guna bangunan (HGB) senilai US$2,25 juta atau senilai Rp34,6 miliar setelah 16 tahun.

Dengan demikian, pemerintah resmi mengambil alih pengelolaan Hotel Sultan dari PT Indobuildco, perusahaan milik pengusaha Pontjo Sutowo, anak dari Ibnu Sutowo.

Melansir dari Bisnis, Hotel Sultan, yang dulunya dikenal dengan nama Hotel Hilton berlokasi di Kawasan GBK, Jakarta. Hotel ini dibangun oleh perusahaan Inggris, Cementation Company, yang merupakan bagian dari Trafalgar House.

Hotel Sultan sendiri dikenal sebagai salah satu hotel elit di Jakarta sejak dulu.

Dikutip dari laman GBK, The Sultan Hotel & Residence, merupakan hotel bintang lima di komplek Gelora Bung Karno memiliki 694 kamar termasuk lebih dari 60 suite dan Lantai Eksekutif dengan akses Lounge eksklusif.

The Sultan Residence memiliki lebih dari 250 unit apartemen berlayanan mulai dari 110 meter persegi hingga 680 meter persegi.

Di hotel ini juga menyediakan fasilitas MICE. Salah satu venue besar hotel adalah Golden Ballroom, salah satu ballroom termegah di Jakarta memiliki aula utama seluas 1.600m2.

Di sini dapat menampung 2.000 tamu untuk pesta koktail atau pernikahan dengan kemungkinan dapat dibagi menjadi tiga ruangan terpisah.

Selain tujuh ruangan conference secara terpisah. Yang terbesar dapat menampung 250 orang gaya teater. “Conference Centre” ini terhubung langsung ke hotel.

Dengan kapasitas hingga 2.000 orang untuk pesta pernikahan berdiri, Golden Ballroom adalah tempat yang ideal di Jakarta Pusat dengan pintu masuk utama yang terpisah dan tempat parkir yang luas untuk lebih dari 2.000 mobil.

Pilihan lainnya adalah Lagoon Garden yang dapat menampung 600 tamu dan memiliki enam ruang lain yang dimiliki. Yang terbesar, Ruang Semeru dapat menampung 100 tamu untuk koktail atau 60 kamar kelas tamu.

Lagoon Garden dapat difungsikan sebagai lokasi pernikahan istimewa. Di sini lengkap dengan panorama danau, jembatan merah romantis serta Gapura Bali yang indah.

Selain itu, Kudus Hall & Sriwedari Garden juga tersedia untuk menampung hingga 450 orang tamu yang menginginkan acara semi outdoor.

Untuk fasilitas dining, The Sultan Hotel & Residence Hotel ini juga dilengkapi dengan banyak outlet alias restoran yang bisa dinikmati bersama kolega dan keluarga. Mulai dari Lagoon Lounge di sebelah Lobby Lagoon, Lagoon Café yang menyedikan all-day dining, Chinese Restaurant Nanxiang, Japanese Restaurant Nippon-Kan dan tempat makan casual outdoor Pizzeria.

Sedangkan untuk fasilitas olah raga tersedia 10 lapangan tenis, 1 multipurpose court, 2 kolam renang, Fitness Centre, Cross Fit, Spa dan areal jogging track di area taman hotel. Dengan lokasi yang sangat dekat dengan komplek Gelora Bung Karno, juga menjadi pilihan yang tepat untuk tamu-tamu yang mau jogging ke area GBK.

2. Hard Rock Café Jakarta

Di bawah naungan MRA Group melalui PT Hamparan Rahayu Citra, Hard Rock Cafe Jakarta yang berlokasi di Mal Pacific Place akan ditutup pada Jumat 31 Maret 2023.

Akun Instagram @hrcworldwide menuliskan penyebab Hard Rock Cafe Jakarta ditutup permanen adalah periode sewa yang telah habis dan ketidakmampuan untuk kembali menyewa tempat tersebut dikarenakan harga sewa yang sangat tinggi.

“Menurut sumber kami, sewa 10 tahun sudah habis. Syarat dan harga sewa baru terlalu tinggi. Meskipun pemilik waralaba tidak ingin menutup cafe tersebut, secara finansial mereka tidak punya pilihan, jadi sayangnya keputusan dibuat untuk menutup cafe itu,” tulisnya pada Satu (4/3/2023).

Selain live music, Hard Rock Cafe Jakarta juga menyediakan masakan Amerika yang segar dan autentik.

Cafe ini memiliki ruangan yang bisa menampung lebih dari 145 tamu.

Hard Rock Cafe pertama kali beroperasi di Jakarta menempati gedung Sarinah.

Kemudian, pindah ke eX dan terakhir, pindah lagi ke Mal Pacific Place pada 16 September 2013, sebelum akhirnya muncul kabar akan tutup per 31 Maret 2023.

Dikutip dari linkedin, Hard Rock Cafe Jakarta berada di bawah naungan MRA Group dan dikelola oleh PT Hamparan Rahayu Citra.

MRA juga menaungi Hard Rock Cafe Bali yang dikelola oleh PT Harapan Rahayu Citra. Hingga saat ini, cafe tersebut masih beroperasional normal.

error: Content is protected !!