Bisnis  

Demi Bayar Utang, Penambang Kripto Greenidge Gadaikan Sahamnya Senilai US$22,8 Juta

Demi Bayar Utang, Penambang Kripto Greenidge Gadaikan Sahamnya Senilai US,8 Juta

cnbc-indonesia.com – Di tengah crypto winter, perusahaan penambang kripto Greenidge Generation Holdings terus berupaya memperkuat struktur permodalannya agar tetap bisa mendorong operasional perusahaan. Kini, mereka menjual saham untuk mengumpulkan dana sebesar US$22,8 juta.

Untuk memuluskan aksinya, Greenidge menggandeng penjamin emisi B. Riley Securities untuk menjual saham mereka ke publik. Perusahaan ini juga telah sepakat membayar biaya 5% dari hasil penjualan saham kotor mereka ke B. Riley Securities. Dalam praktiknya nanti, Greenidge turut akan menggandeng Northland sebagai penjamin emisi independen.

Manajemen Greenidge mengakui bahwa dana yang mereka coba kumpulkan ini akan digunakan untuk membayar utang dan membiayai belanja modal perusahaan dalam rangka menunjang ekspansi ke depannya.

Pada kuartal II/2022, Greenidge mengalami tekanan yang cukup berat dalam laporan keuangannya. Mereka menderita rugi bersih sebesar US$107,9 juta. Padahal, perusahaan pada kuartal II/2021 sanggup meraup keuntungan sebesar US$3,5 juta.

Munculnya biaya non-tunai yang mencapai US$71,5 juta membuat tipis margin EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, & amortisasi) perusahaan menjadi 9,2% yang pada akhirnya ikut berdampak pada raihan keuntungan Greenidge itu sendiri.

Dalam upaya memperluas cakupan pendapatan, Greenidge turut melakukan diversifikasi dengan merambah bisnis pembangkit listrik.

Greenidge Memiliki Liabilitas US$232 Juta

Mengacu pada laporan keuangan perusahaan sampai dengan Juni lalu, Greenidge memiliki total liabilitas sebesar US$232,53 juta. Jumlah tersebut membengkak hampir dua kali lipat dari total liabilitas mereka pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$128,84 juta.

Dari jumlah tersebut, akun utang yang dimiliki perusahaan mencapai US$12,05 juta. Angka itu melonjak lebih dari 2 kali lipat dibandingkan Juni 2021 yang hanya mencapai US$5,92 juta. Beban keuangan mereka bertambah berat lantaran selama ini Greenidge mendanai ekspansinya dengan uang tunai.

Di atas kertas, memang jumlah dana tunai mereka masih cukup tebal, karena posisi kas dan setara kas Greenidge berada di kisaran US$66,38 juta. Selain itu, perusahaan juga masih memiliki tambahan uang tunai dari setoran Bitmain sebesar US$92 juta yang disimpan dalam bentuk deposito. Namun, dalam kondisi pasar yang tidak menentu seperti sekarang, perlu amunisi ekstra untuk bisa memanfaatkan peluang pelemahan Bitcoin (BTC) dengan menggenjot operasionalisasi perusahaan.

CEO Greenidge Generation Holdings, Jeff Kirto, mengatakan bahwa pihaknya berupaya meminimalisir kontribusi penggunaan dana tunai untuk ekspansi ke depannya. Akan tetapi, perusahaan akan tetap mengandalkan dana tersebut demi menyelesaikan pembayaran atas pesanan alat untuk meningkatkan kapasitas hashrate menjadi 3,6 EH/s pada kuartal II/2023.

“Kami juga membutuhkan biaya untuk pengadaan layanan kontraktor dan peralatan infrastruktur lainnya dalam rangka mengembangkan infrastruktur penambangan kripto Greenidge. Kebutuhannya diharapkan kurang dari US$7,5 juta,” jelas Jeff Kirto.

Perpanjang Jatuh Tempo Utang

Agar bisa tetap memperkuat modal, Greenidge juga telah melakukan upaya restrukturisasi atas pinjamannya kepada B. Riley Commercial Capital. Jeff Kirto menuturkan bahwa mereka melakukan amandemen terhadap jatuh tempo utang menjadi pada Juni 2023.

“Selain itu, kesepakatan juga mengurangi pembayaran amortisasi bulanan dan mengurangi pembayaran di muka wajib tertentu. Tingkat bunga Surat Sanggup direvisi menjadi 7,5% dan saldo pokok setelah amandemen adalah US$16,4 juta,” tambah sang CEO Greenidge.

Menariknya, hasil penjualan saham Greenidge rencananya juga akan digunakan untuk membayar kewajiban pada B. Riley Commercial Capital. Dengan beberapa langkah yang ambil, mereka percaya diri dapat meningkatkan likuiditasnya dalam kondisi yang menantang seperti sekarang.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!