Bisnis  

Breaking News Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$19.000, Risiko Aksi Jual Meningkat

Breaking News Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US.000, Risiko Aksi Jual Meningkat

cnbc-indonesia.com – Harga Bitcoin (BTC) nampaknya mulai kehilangan level support-nya di US$19.000. Data on-chain menunjukkan bahwa penurunan ini dapat memicu para investor untuk keluar dari posisi long mereka dan memicu aksi jual.

Grafik In/Out of the Money Around Price (IOMAP) di IntoTheBlock menunjukkan bahwa harga Bitcoin amblas di bawah batas permintaan krusial. Sebelumnya, lebih dari 1,74 juta alamat telah membeli hampir 880.000 BTC dengan harga rata-rata US$19.240. Dalam waktu dekat, tidak menutup kemungkinan apabila alamat-alamat tersebut bakal mulai menjual sebagian dari simpanan mereka, demi menghindari kerugian yang signifikan.

Lonjakan pada tekanan jual (selling pressure) di kisaran level ini dapat memicu koreksi yang cukup dalam. Pasalnya, IOMAP menunjukkan sedikit—bahkan nyaris tidak ada—support di bawah harga Bitcoin. Faktanya, area yang dianggap sebagai titik support berikutnya berada di sekitaran US$16.000.

Untuk mencegah adanya aksi jual yang brutal, Bitcoin harus sesegera mungkin mendapatkan kembali US$19.240 sebagai level support-nya. Jika Bitcoin berhasil merangkak naik di atas titik penting ini, maka Bitcoin akan memiliki kekuatan untuk rebound ke US$20.000 atau bahkan lebih tinggi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!