Bisnis  

Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB, dan ADA, 23 Februari 2023

cnbc-indonesia.com – — Volatilitas pasar kripto kembali meningkat, hal tersebut terlihat dari jarak antara harga terendah dan tertinggi pada penutupan kandil harian pagi ini.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat (AS) pada FOMC Meeting Minutes merilis risalah tentang kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir Maret 2023.

Hampir semua peserta menyetujui untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, tetapi sebagian kecil menyarankan untuk melakukan kenaikkan sebesar 50 basis poin. Kenaikan suku bunga tersebut sebagai bentuk upaya meredam tingkat inflasi AS.

Indeks Dolar (DXY) kembali menguat sebesar 0,38%, ditutup pada level 104,496 pada penutupan kandil harian pagi ini. Meskipun begitu, 200-day EMA di level 104,697 masih menjadi resistance kuat untuk menahan laju bullish DXY.

Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar kembali ditutup merah dengan penurunan sebesar 1,10%. ETH mengikuti dengan penurunan sebesar 1%, dan BNB berhasil ditutup hijau, naik sebesar 0,29%.

Beberapa altcoin berhasil curi panggung setelah mengalami kenaikan cukup signifikan pagi ini, seperti XTZ yang berhasil ditutup hijau dengan kenaikan sebesar 17,69, STX kembali meneruskan tren positif, naik sebesar 13,35%, dan OP yang kembali rebound dengan kenaikan sebesar 7,43%.

Total kapitalisasi pasar kripto kembali ditutup merah dengan penurunan sebesar 0,89%, ditutup pada level $1,055 triliun, dengan titik tertinggi berada pada level $1,07 triliun, dan titik terendah berada pada level $1,028 triliun.

Penurunan harga pagi ini sedikit berpengaruh pada sentimen pasar kripto. Fear and greed index turun tiga poin, ditutup pada level 56, dengan kategori Greed.

Berikut analisa pergerakan harga selanjutnya dari BTC, ETH, BNB, dan ADA berdasarkan candle chart (1D).

BTC/USDT 1D Binance

Volatilitas Bitcoin meningkat akibat tarik ulur dari aksi beli dan jual. Kandil harian Bitcoin kembali ditutup merah dengan penurunan sebesar 1,10%.

Volume perdagangan pada market spot Binance pairs BTC/USDT ditutup tinggi, diatas 20-day moving average (MA).

Daily candle Bitcoin pagi ini ditutup pada harga $24.182, level tertinggi berada pada harga $24.476, dan level terendah berada pada harga $23.574.

Penurunan harga Bitcoin breakout area supply pada level $23.888-$25.198, tetapi berhasil bounce dan kembali ditutup didalamnya.

Aksi beli masih mampu mendorong kenaikan harga dan mencegah penurunan harga lebih dalam. Sejauh ini, pergerakan harga Bitcoin masih sideways pada area supply.

20-Day exponential moving average (EMA) di leveel $23.488 menjadi titik support terdekat apabila penurunan harga BNB berhasil breakdown area supply.

ETH/USDT 1D Binance

ETH kembali koreksi dan menjadi konfirmasi breakdown pada 21 Februari. Kandil harian ETH ditutup merah dengan penurunan sebesar 1%. Volume perdagangan ditutup rendah, dibawah 20-day MA.

Daily candle ETH pagi ini ditutup pada harga $1.643, level tertinggi berada pada harga $1.666, dan level terendah berada pada harga $1.595.

Penurunan harga ETH tertahan dinamis support 20-day EMA di level $1.626. Titik tersebut merupakan support penting untuk menjaga kondisi bullish ETH.

Pergerakan harga ETH kemungkinan akan kembali retest dinamis support 200-day EMA di level $1.539 apabila penurunan harga berhasil breakdown 20-day EMA.

Penutupan kandil harian 23 Februari menjadi momen krusial apakah ETH akan melanjutkan penurunan atau kembali rebound dan bergerak diatas resistance di level $1.663.

BNB/USDT 1D Binance

BNB berhasil rebound setelah mengalami penurunan dan breakdown 20-day EMA. Kandil harian BNB ditutup hijau, naik tipis sebesar 0,29%.

Penutupan kandil harian BNB terlihat membentuk hammer yang merupakan bullish candlestick. Hal tersebut menjadi sinyal kemungkinan pembalikan arah dari turun menjadi naik.

Daily candle BNB pagi ini ditutup pada harga $312,4, level tertinggi berada pada harga $312,9, dan level terendah berada pada harga $303,2.

Dinamis support pada 20-day EMA di level $311,4 masih cukup solid untuk menahan penurunan harga BNB.

Breakout terhadap resistance yang tercipta pada 26 November di level $317,8 masih menjadi kunci untuk kembali mendapatkan sentimen positif pelaku pasar kripto.

Pergerakan harga BNB masih berpeluang untuk mengalami koreksi jika kandil harian 23 Februari berhasil breakdown 20-day EMA.

Jika hal tersebut terjadi, kemungkinan akan ada penurunan harga lanjutan dengan support selanjutnya berada pada 200-day EMA di level $295,8.

ADA/USDT 1D Binance

Pergerakan harga ADA mengalami penolakan ketika laju bullish menyentuh 200-day EMA. Kandil harian ADA ditutup merah dengan penurunan sebesar 0,94%.

Volume perdagangan pada market spot Binance pairs ADA/USDT ditutup rendah dibawah 20-day MA, tetapi tekanan jual masih tinggi, hal tersebut terlihat dari penurunan relative strength index (RSI).

Daily candle ADA pagi ini ditutup pada harga $0,3888, level tertinggi berada pada harga $0,3929, dan level terendah berada pada harga $0,3769.

Dinamis resistance pada 200-day EMA di level $0,4174 masih cukup solid untuk menahan laju bullish ADA. Harga ADA kembali turun ketika menyentuh titik tersebut.

Penurunan harga ADA retest 20-day EMA di level $0,3879 dan menyetuh resistance yang berubah menjadi support di level $0,3793.

Meskipun mengalami koreksi dan retest support, penutupan harga ADA berhasil berada diatas 20-day EMA.

Jika pergerakan harga ADA berhasil bergerak diatas 20-day EMA, kemungkinan akan ada pembalikan arah dari turun menjadi naik.

Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB, dan ADA Setelah The Fed Menaikkan Suku Bunga

In “Analisis Pasar Kripto”

Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB, dan DOT Setelah Pengumuman FOMC

In “Analisis Pasar Kripto”

Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB, dan DOGE Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

In “Analisis Pasar Kripto”

error: Content is protected !!