Bisnis  

Akankah Airdrop Prism Membawa Harga Cosmos (ATOM) Kembali ke Peringkat 10 Besar?

cnbc-indonesia.com – Sebuah garis descending resistance menolak harga Cosmos (ATOM) pada 16 Januari. Aset kripto ini nampaknya masih akan terperosok dalam struktur korektif.

Prism v2 akan menjadi sovereign blockchain yang dibuat menggunakan Cosmos SDK. Jaringan ini merupakan blockchain layer-1 (L1) yang berspesialisasi dalam trading, deploying, dan yield harvesting. Sebelumnya, Prism v1 diluncurkan pada jaringan Terra Classic. Namun, setelah keruntuhan ekosistem Terra, akhirnya diputuskan bahwa Prism v2 sebaiknya tidak terekspos terhadap keterbatasan pembuatan smart contract pada blockchain asing.

Demi memungkinkan para holder ATOM mendukung pengembangan Prism, snapshot mingguan akan diambil mulai dari 19 Januari. Setelah itu, airdrop akan bisa diklaim setelah mainnet diluncurkan.

Ada kemungkinan bahwa harga ATOM yang telah meningkat hampir 50% sejak awal 2023 lantaran kabar terkait pengembangan ini.

Harga Cosmos (ATOM) Bergerak Jadi Dua Digit

Dari sejak menyentuh setinggi US$17,20 pada 9 September lalu, harga ATOM telah ambruk di bawah garis declining resistance jangka panjang. Kemudian, belum lama ini, tepatnya tanggal 5 November, garis tersebut menimbulkan penolakan. Aksi tersebut menjadi permulaan dari tren penurunan saat ini, yang akhirnya membawa ATOM jatuh hingga titik US$8,43 pada 16 Desember lalu. Meski demikian, harga ATOM sudah meningkat sejak saat itu.

Maju ke tahun 2023, pada 9 Januari, harga ATOM bergerak di atas area resistance US$10,50. Aksi tersebut mempercepat tingkat kenaikannya. Alhasil, ketika 14 Januari, ATOM pun berhasil menyentuh level tertingginya di tahun ini, yakni US$13,43. Akan tetapi, muncul penolakan lain dari garis resistance itu setelahnya, yang mana saat ini masih berlangsung.

Adanya breakout dari garis resistance kemungkinan bakal membawa kenaikan menuju US$15,35, yang merupakan level Fib retracement resistance 0.786. Sebaliknya, penolakan bisa mengakibatkan ATOM menguji kembali area support US$10,55.

Bila melihat indikator RSI ATOM yang berada di atas 50, namun menurun, artinya belum ada tanda pasti terkait skenario mana yang akan terjadi. Oleh karena itu, arah tren di masa datang pun masih belum bisa ditentukan. Pergerakan ATOM masih perlu diamati lebih lanjut untuk menentukan arah mana yang akan muncul.

Prediksi Jangka Pendek: Lebih Banyak Penurunan sebelum Reli

Berdasarkan pengamatan lebih lanjut pada analisis teknikal dari grafik enam jam, terlihat bahwa harga Cosmos telah menyelesaikan penurunan lima gelombang. Pergerakan tersebut berujung pada penolakan dari garis resistance.

Jika demikian, harga ATOM kini terperosok dalam struktur korektif A-B-C (garis putih). Maka dari itu, perkiraan yang paling mungkin adalah kenaikan harga menuju garis resistance kembali, dan merampungkan gelombang B dalam 24 jam ke depan. Setelah itu, menurut perkiraan, penurunan ke level Fib retracement support 0.5 pada US$10,94 akan menyelesaikan koreksi. Pergerakan ini sekaligus membuat gelombang A:C mendekati rasio 1:1.

Di sisi lain, timbulnya breakout dari garis descending resistance akan berarti bahwa harga maksimum baru menuju US$15,35 bakal tiba.

Sebagai kesimpulan, prediksi harga Cosmos (ATOM) yang paling mungkin dalam jangka pendek adalah reli menuju garis descending resistance di US$12,70, sebelum penurunan lainnya ke US$10,94 menyelesaikan koreksi. Breakout dari garis resistance akan membatalkan analisis harga ATOM ini dan menunjukkan bahwa harga US$15,35 akan terjadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

error: Content is protected !!