Ari Tewas di Mapolres Empat Lawang, Irsani: Salah Anak Saya A

GenPI.co Sumsel – Irsan masih tidak percaya jika anaknya, Ari Putra (28) tewas di Markas Polres Empat Lawang pada Selasa (21/6) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Ari merupakan warga Desa Bayau, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang yang ditangkap polisi karena dugaan kasus percobaan asusila.

Meski demikian, hingga kini Irsan masih tidak tahu kasus apa yang menjerat anaknya tersebut karena belum menerima surat laporan penangkapan Ari dari Polres Empat Lawang.

BACA JUGA:  Buntut Tahanan Polres Empat Lawang Tewas, Keluarga Lapor Propam

Tidak mendapat surat laporan penangkapan, keluarganya justru mendapat kabar duka jika putranya tewas secara tragis di Markas Polres Empat Lawang walaupun sempat dilarikan ke rumah sakit.

“Anak saya itu diculik polisi di tengah jalan karena tidak ada surat laporan penangkapannya. Hingga saya dapat kabar Ari meninggal dunia itu pun dari orang lain bukan polisi, Rabu pagi,” katanya di Palembang, Kamis (30/6).

BACA JUGA:  Polda Sumsel Investigasi Tewasnya Tahanan Polres Empat Lawang

Dari hasil visum rumah sakit, Ari tewas dengan luka pukulan benda tumpul dan luka bakar pada bagian telinga, kepala, dada dan kaki.

Bahkan, telinganya mengeluarkan darah, kaki dan rambut Ari tak ketinggalan ikut dibakar, hingga kaki dinecis dengan pukulan benda tumpul.

BACA JUGA:  Seorang Ayah di Empat Lawang Perkosa Anak Kandungnya Hingga Hamil

“Saya melihat langsung saat memandikan jenazah, banyak sekali luka. Rahang pecah, lehernya patah, rambutnya dibakar dengan korek api, kaki dinecis dipukul benda tumpul,” katanya sambil mengingat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari sumsel.genpi.co.

Tinggalkan Balasan