Apa Itu Strict Parents? Kenali Pengertian, Ciri dan Bahayanya

Apa Itu Strict Parents? Kenali Pengertian, Ciri dan Bahayanya

JAKARTA, celebrities.id – Strict parents tengah menjadi perbincangan di platform media sosial saat ini, terutama di Twitter. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan strict parents?

Strict parents merupakan suatu cara atau gaya yang digunakan orangtua dalam mengasuh anaknya. Di sini, orangtua memiliki standar tinggi dan ketat yang diterapkan kepada anak mereka dalam mendidik sang anak.

Gaya asuhan seperti ini akan menghasilkan dua jenis sifat yang dimiliki orangtua kepada anak. Seperti, orangtua yang menjadi otoritatif, atau mereka justru akan menjadi otoriter. 

Otoritatif sendiri merupakan gaya mengasuh yang diiringi dengan kasih sayang dan dukungan kepada anak, sehingga anak akan tumbuh menjadi lebih baik. Sedangkan, orangtua yang otoriter akan menghasilkan perbedaan hasil dibanding dengan orang tua yang otoritatif tadi.

Orangtua dengan gaya mengasuh otoriter cenderung keras, tidak terbuka, dan dingin kepada anak. Banyak tuntutan yang diberikan, namun tidak diiringi dengan kasih sayang yang cukup. Oleh karena itu, hal ini lah yang dapat menjadi masalah bagi anak ke depannya.

Ciri Ciri Strict Parents

  1. Menuntut banyak hal
  2. Minim kasih sayang
  3. Memberikan hukuman fisik
  4. Tidak percaya kepada anak
  5. Tidak memberikan pilihan kepada anak

1. Tidak bahagia dan depresi

Tuntutan yang diberikan orang tua membuat anak-anak tidak bahagia dan cenderung tertekan. Mereka merasa tidak diberi kebebasan akan memilih hal yang ingin mereka lakukan. Hal ini akan sangat berpengaruh kepada kesehatan mental anak tersebut ke depannya. 

2. Adanya gangguan prilaku terhadap anak

Anak-anak yang memiliki strict parents otoriter akan secara tidak sadar mengikuti sifat yang ditunjukkan oleh orang tuanya. Jika orang tuanya kasar, maka sang anak akan tumbuh menjadi seseorang yang kasar juga. Hal seperti ini mudah terjadi karena pada dasarnya anak kecil adalah peniru orang-orang di sekitarnya. 

3. Anak menjadi suka berbohong

Akibat terkekangnya sang anak, mereka akan berani berbohong demi mendapatkan keinginannya atau pun untuk menghindari hukuman dari orang tuanya. Misalnya, jika seorang anak tidak diperbolehkan main di luar bersama teman-temannya. 

Lalu, mereka melanggar aturan tersebut, dan langsung diberi hukuman. Selanjutnya, sang anak akan mencoba berbohong supaya lolos dari kedua permasalahan tersebut. 

 


Artikel ini bersumber dari www.celebrities.id.

Tinggalkan Balasan