8 Makanan Penurun Hipertensi Secara Alami

8 Makanan Penurun Hipertensi Secara Alami

cnbc-indonesia.com – Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah yang berlangsung lama dan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani.

Menurut studi yang dimuat dalam International Journal of Hypertension pada 2021, sekitar sepertiga orang dewasa di Asia Tenggara didiagnosis dengan hipertensi .

Temuan itu juga mengungkap, setiap tahun diperkirakan terdapat 1,5 juta kematian yang terkait hipertensi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan beberapa risiko hipertensi seperti kecemasan, mual, dan sakit kepala.

Di samping itu, ada beberapa dampak yang lebih serius meliputi gagal jantung, stroke, nyeri dada, dan serangan jantung.

Salah satu perawatan yang sering dianjurkan untuk mencegah hipertensi adalah mengubah pola makan, seperti mengonsumsi sayuran berdaun hijau dan buah-buahan kaya kalium, serta membatasi asupan garam.

Makanan lain yang baik untuk kesehatan jantung termasuk pisang, bit, semangka, oat, bawang putih, jahe, dan biji-bijian seperti kacang polong dan lentil, menurut pelatih kesehatan Mickey Mehta.

“Kalium adalah nutrisi penting untuk menurunkan tekanan darah yang dapat ditemukan dalam banyak makanan yang sudah disebutkan,” katanya.

“Makanan-makanan tersebut juga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat menjaga kebersihan dan kesehatan sistem pencernaan.”

Makanan penurun hipertensi secara alami

1. Makanan kaya antioksidan

Buah-buahan dan sayuran kaya akan antioksidan, yang membantu menurunkan tekanan darah.

Contoh buah-buahan yang kaya antioksidan adalah stroberi dan bluberi, sedangkan bayam dan wortel juga merupakan alternatif yang baik.

2. Asam lemak omega-3

Salmon dan ikan berlemak lainnya seperti hering dan sarden adalah sumber asam lemak omega-3 yang baik.

Asam lemak omega-3 membantu mengurangi produksi oksilipin –yang dapat meningkatkan tekanan darah dengan menyempitkan pembuluh darah.

Makanan lain yang mengandung omega-3 adalah kacang-kacangan seperti biji rami, biji chia, dan kenari, serta minyak nabati (minyak biji rami, minyak kedelai, dan minyak kanola).

3. Makanan kaya potasium

Menurut artikel yang dipublikasikan Forbes Health, kalium mengatur keseimbangan elektrolit dan mengendalikan fungsi otot di seluruh tubuh, termasuk jantung.

Beberapa contoh makanan kaya kalium adalah buah markisa, alpukat, oatmeal, kismis dan aprikot, bit, bayam, dan kacang merah.

4. Cokelat hitam

Studi yang dimuat dalam Current Hypertension Reports menunjukkan, konsumsi cokelat hitam dalam jangka panjang dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada orang berusia paruh baya dan lansia yang menderita hipertensi.

5. Air mineral

Minum air mineral secara teratur dapat menjadi faktor penting dalam perjalanan mengobati hipertensi.

Dokter dan ahli menganjurkan minum 6-8 gelas air setiap hari untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan terasa segar.