6 Tips agar Akun Google Tetap Aktif dan Tidak Dihapus

6 Tips agar Akun Google Tetap Aktif dan Tidak Dihapus

cnbc-indonesia.com – Google mengumumkan pihaknya bakal menghapus akun-akun yang tidak pernah aktif atau tidak pernah melakukan login selama dua tahun terakhir.

Dalam blog resmi yang dibagikan Google, Selasa (16/5/2023), kebijakan tersebut bakal dilakukan per Desember 2023 mendatang. Akun Google yang dimaksud Google termasuk Gmail, Docs, Drive, Meet, Calendar, YouTube, hingga Google Photos.

“Mulai akhir tahun ini, jika akun Google belum digunakan atau login selama dua tahun, kami akan menghapus akun dan isinya, termasuk konten Google Workspace (Gmail, Docs, Drive, Meet, Calendar), YouTube, dan Google Photos,” ungkap Google.

Menurut Google, penghapusan akun yang tidak aktif itu dilakukan karena dinilai rentan untuk diretas atau disusupi hacker. Sebab, menurut Google, akun yang tidak pernah aktif disebut tidak memperbarui kata sandi, sehingga rentan mengalami peretasan.

Ditambah, akun-akun lama yang tidak pernah digunakan kemungkinan besar tidak mengaktifkan fitur otentifikasi dua faktor (two-factor authentication) ataupun meningkatkan keamanan akun lewat fitur disediakan oleh Google.

“Akun-akun ini lebih rentan dan dapat digunakan untuk apa saja, mulai dari pencurian data pribadi, hingga dimanfaatkan untuk konten yang tidak diinginkan dan sifatnya berbahaya, seperti spamming,” tambah Google.

Untuk menghindari masalah tersebut, Google memberikan setidaknya enam tips agar akun Google bisa terus aktif digunakan dan tidak terhapus oleh sistem di akhir 2023 nanti.

Berikut adalah 6 tips yang dijabarkan Google, seperti yang dikutip KompasTekno dari blog Google, Sabtu (20/5/2023).

6 tips agar akun Google tetap aktif

  1. Manfaatkan akun Google untuk membaca dan mengirim email
  2. Gunakan Google Drive secara aktif
  3. Gunakan akun Google untuk menonton YouTube
  4. Download aplikasi di toko aplikasi resmi Google Playstore
  5. Menggunakan Google Search untuk browsing
  6. Login ke akun Google menggunakan aplikasi pihak ketiga

Google juga menegaskan bahwa pengguna yang berlangganan di layanan Google Workspace dipastikan tidak akan berdampak. Pengguna juga diminta untuk sign in ke Google Photos setiap dua tahun sekali agar foto/video yang tersimpan tidak dihapus.

“Anda perlu secara spesifik login Google Photos setiap dua tahun sekali untuk memastikan foto dan konten yang lainnya tidak terhapus. Kami bakal mengirimkan beberapa notifikasi sebelum melakukan tindakan lebih lanjut,” tulis Google.


Namun, agar keamanan akun Google bisa lebih terjamin, pengguna dapat mencadangkan akun Google dengan memasukkan e-mail lain untuk pemulihan akun. Pengguna juga dapat mengunduh dan mengekspor seluruh data di akun Google menggunakan fitur bernama “Takeout”.

Cara kerja dari fitur tersebut dapat memudahkan pengguna mengunduh seluruh data untuk disimpan dalam bentuk file. Pengguna juga dapat memilih file mana saja yang ingin di-download, mulai dari Calendar, Chrome, Google Classroom, Drive, Fit, Google Photos, Gmail, dan masih banyak lagi.

Untuk mengakses fitur Takeout, Anda bisa mengakses tautan . Sementara itu, fitur lain yang juga bisa dimanfaatkan untuk menonaktifkan akun Google adalah Inactive Account Manager.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna menonaktifkan akun Google yang tidak aktif selama 18 bulan atau membagikan data di dalam akun Google ke email lain yang dipercaya. Untuk mengaktifkan fitur tersebut, Anda bisa mengaksesnya lewat link dan pilih “Start” (Mulai).