5 Tanda Pernikahan Bermasalah, Salah Satunya Tidak Merasa Bahagia

5 Tanda Pernikahan Bermasalah, Salah Satunya Tidak Merasa Bahagia

cnbc-indonesia.com – Pernikahan yang sehat merupakan hal yang indah. Ini adalah hubungan antara dua orang yang saling mencintai, mendukung, dan berkomitmen untuk membangun kehidupan bersama. Namun, tidak semua pernikahan itu bahagia.

Beberapa pasangan berkutat dengan masalah yang berkisar dari ketidaksepakatan kecil hingga hal besar seperti perselingkuhan. Jika kamu khawatir pernikahanmu bermasalah, ada beberapa tanda yang bisa menjadi petunjuk.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Your Tango, berikut adalah 5 tanda pernikahan bermasalah:

Komunikasi merupakan kunci untuk setiap hubungan yang sehat. Jika kamu tidak dapat berbicara satu sama lain soal perasaan, masalah, dan tujuan pernikahan dengan pasangan , itu artinya pernikahanmu menderita.

Menyisihkan waktu untuk satu sama lain adalah hal penting bahkan jika kalian sama-sama sibuk. Jika kamu tidak berusaha untuk terhubung, pernikahan hanya sekadar terasa seperti situasi teman sekamar.

Ketertarikan fisik merupakan bagian terpenting dari suatu hubungan. Jika kamu menganggap satu sama lain tidak menarik, akan sulit mempertahankan hubungan romantis.

Jika kamu dan pasangan lebih sering bertengkar, itu merupakan pertanda ada sesuatu yang salah. Bila kamu tidak dapat menyelesaikan perselisihan dengan cara yang sehat, maka pernikahanmu akan menderita.

Jika kamu tidak merasakan kebahagiaan dalam pernikahan , itu saatnya kamu untuk mengambil tindakan. Jangan abaikan tanda-tandanya. Kamu tidak perlu bertahan dalam pernikahan yang membuat sengsara.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika pernikahanmu bermasalah? Berikut solusinya:

Langkah pertama adalah berdiskusi dengan pasangan soal kekhawatiranmu. Kamu harus jujur soal perasaan dan apa yang dikhawatirkan.

Jika kamu tidak dapat menyelesaikan permasalahan sendiri, bukan hal yang salah untuk mencari bantuan profesional. Seorang terapis atau konselor bisa membantumu berkomunikasi dengan baik, menyelesaikan konflik, dan membangun pernikahan yang lebih kuat.

Butuh usaha dari kedua pihak untuk membuat pernikahan berhasil. Jika kamu dan pasangan mau berusaha, pernikahan akan langgeng.

Jika pernikahanmu bermasalah, perlu diingat jika kamu tidak sendirian. Banyak pasangan melewati masa-masa sulit tetapi mereka menjadi lebih kuat. Bila kamu mau berusaha, pernikahan dapat diselamatkan.***