2 Ribu Rumah di 8 Kecamatan Terdampak Banjir Bandang Garut

2 Ribu Rumah di 8 Kecamatan Terdampak Banjir Bandang Garut

Garut: Intensitas hujan tinggi menyebabkan 8 kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat terendam banjir bandang. Ratusan warga mengungsi ke lokasi lebih aman sementara puluhan orang lainnya terjebak di rumah mereka.
 
Banjir bandang menerjang pada Jumat, 15 Juli pukul 17.30 WIB sore dan musibah tersebut tidak ada korban jiwa. Kejadian itu, telah menyebabkan 2.000 rumah terdampak meski hingga kini belum ada laporan adanya korban jiwa.
 
Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, banjir bandang yang terjadi di wilayahnya telah menyebabkan 8 kecamatan terendam banjir bandang menerjang Cikajang, Bayongbong, Cilawu, Garut Kota, Tarogong Kidul, Cibatu, Banyuresmi dan Karangpawitan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami bersama Wakil Bupati Garut langsung melakukan pengecekan kondisi lokasi banjir di daerah perkotaan Garut dan banjir bandang ini karena tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Jumat sore dan beberapa aliran Sungai meluap seperti Cipeujeuh, Cimanuk, Ciwalen dan Cikendi, merendam permukiman berada di perkotaan Garut,” kata Rudy, Sabtu, 16 Juli 2022.
 

Ia menginstruksikan agar langsung evakuasi warga terdampak. Warga akan diberikan uang kompensasi untuk membersihkan material rumahnya yang terdampak banjir.
 
“Kalau yang biasa saya kasih Rp500 ribu per rumah untuk dibersihkan oleh mereka sendiri dan yang berat diberi Rp1 juta, kalau ada yang roboh atau hilang kami akan diganti. Karena, keuangan kami dari biaya tak terduga (BTT) cukup untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat Garut yang terdampak bencana,” ujarnya.
 
Sementara itu, Wabup Garut Helmi Budiman mengatakan makanan dan air bersih menjadi hal yang butuhkan warga. Di lokasi banjir ada 7 unit rumah mengalami rusak berat dan mereka harus mengungsi.
 
“Kalau pengungsi itu yang di sini yang paling banyak di Dayeuhhandap, di sini (ada sekitar) 40 kepala keluarga, rumah yang rusak parahnya 7, yang lain terendam karena ketinggiannya 2,5 meter dari tanah ini yang terkena banjirnya. Kami, tetap mengapresiasi bagi warga tetangga selama ini memberikan bantuan dan langsung membikin dapur umum karena adanya permintaan untuk membuat dapur umum di lokasi tersebut,” jelasnya.
 

(WHS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan Balasan